Perang AS–Israel vs Iran Berdampak ke Olahraga, F1 Coret GP Bahrain dan Arab Saudi!

Nebby Medium.jpeg

Senin, 16 Maret 2026 – 22:47 WIB

Arsip foto - Pebalap tim Red Bull Max Verstappen memacu mobilnya saat sesi latihan balap F1 GP Arab Saudi di sirkuit Jeddah Corniche, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (17/3/2023). (Foto: Antara Foto/Reuters/Hamad I Mohammed/foc).

Arsip foto – Pebalap tim Red Bull Max Verstappen memacu mobilnya saat sesi latihan balap F1 GP Arab Saudi di sirkuit Jeddah Corniche, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (17/3/2023). (Foto: Antara Foto/Reuters/Hamad I Mohammed/foc).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Federasi otomotif dunia, Fédération Internationale de l’Automobile (FIA), resmi membatalkan dua seri balapan Formula One World Championship di Timur Tengah, yakni Bahrain Grand Prix dan Saudi Arabian Grand Prix.

Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Pembatalan dua seri yang semula dijadwalkan berlangsung pada April itu juga berdampak pada sejumlah ajang pendukung, yakni Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy.

CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyebut keputusan tersebut tidak mudah diambil, namun dinilai sebagai langkah paling tepat di tengah situasi yang berkembang.

“Meskipun ini adalah keputusan yang sulit untuk diambil, sayangnya ini adalah keputusan yang benar pada tahap ini mengingat situasi saat ini di Timur Tengah,” ujar Domenicali dalam pernyataan resmi Formula 1, Senin (16/3/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FIA serta para promotor balapan yang memberikan dukungan dan pengertian atas keputusan tersebut.

“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada FIA serta promosi kami yang luar biasa atas dukungan dan pengertian mereka secara total karena mereka menantikan kedatangan kami dengan energi dan gairah mereka. Kami tidak sabar untuk kembali bersama mereka secepatnya setelah situasi mengizinkan kami untuk melakukannya,” imbuhnya.

Secara terpisah, Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan bahwa faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembatalan dua seri tersebut.

Menurut dia, kondisi keamanan yang tidak menentu membuat penyelenggaraan balapan di kawasan tersebut sulit dilakukan untuk saat ini.

“Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami, dan saya berharap untuk kembali ke keduanya segera setelah situasi mengizinkan. Terima kasih tulus kepada promotor, mitra kami, dan kolega kami di seluruh kejuaraan atas pendekatan kolaboratif dan konstruktif yang telah menyebabkan keputusan ini,” ujar Mohammed Ben Sulayem.

Dengan dibatalkannya dua balapan tersebut, kalender Formula 1 musim ini akan mengalami jeda selama 35 hari setelah seri Japanese Grand Prix yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Maret.

Sebelumnya, GP Bahrain direncanakan digelar pada 12 April, sedangkan GP Arab Saudi dijadwalkan berlangsung pada 19 April.

Penyelenggara memastikan dua slot tersebut tidak akan digantikan oleh seri lain. Setelah GP Jepang, balapan berikutnya baru akan berlangsung pada Miami Grand Prix yang dijadwalkan pada 3 Mei mendatang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang