Petugas memindahkan bantuan yang disumbangkan warga di sebuah permukiman darurat di Tai Po, Hong Kong. (Foto: Xinhua/Chen Duo)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tragedi kebakaran maut di kompleks residensial Wang Fuk Court, Distrik Tai Po, Hong Kong, pada 26 November lalu, memang telah merenggut 151 nyawa dan melukai 79 orang. Namun, di tengah duka mendalam tersebut, Pemerintah Daerah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong menunjukkan langkah cepat dan masif dalam upaya pemulihan dan penampungan korban.
Pemerintah SAR Hong Kong bersama seluruh sektor masyarakat kini bahu-membahu untuk mengatasi kesulitan yang dialami warga terdampak. Polisi memang telah memastikan keselamatan 159 warga yang sempat hilang, namun tugas besar selanjutnya adalah memastikan mereka memiliki tempat untuk berteduh.
Alice Mak Mei-kuen, Sekretaris Urusan Domestik dan Pemuda pemerintah SAR, pada Minggu (30/11/2025) menegaskan komitmen pemerintah. Ia menjamin bahwa seluruh warga yang terdampak kebakaran akan mendapatkan tempat tinggal selama proses pembangunan kembali berlangsung. Sebuah janji yang disambut lega, apalagi ia menekankan bahwa semua layanan dan bantuan pemerintah akan disediakan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Dana Bantuan Melonjak, Fasilitas Darurat Disiapkan
Langkah nyata terlihat dari kesiapan akomodasi darurat. Michael Wong, Wakil Sekretaris Keuangan pemerintah SAR dan Kepala Satuan Tugas Pengaturan Akomodasi Darurat, melaporkan bahwa lebih dari 1.500 warga kini sudah menempati fasilitas yang disediakan gratis oleh pemerintah.
Dua pertiga dari jumlah tersebut ditampung di perumahan sementara dan dedicated rehousing estates (DRE) yang dikelola oleh Hong Kong Housing Society (HKHS). Sementara sekitar 500 orang lainnya ditempatkan di hotel, memastikan kenyamanan dan keamanan mereka.
Respons masyarakat Hong Kong terhadap bencana ini sungguh luar biasa. Hingga Senin (1/12/2025) siang, Dana Bantuan untuk Wang Fuk Court yang digagas pemerintah SAR telah menerima donasi fantastis sebesar 900 juta dolar Hong Kong (setara US$115,62 juta).
Jika digabungkan dengan dana awal pemerintah sebesar 300 juta dolar Hong Kong, total dana kini mencapai sekitar 1,2 miliar dolar Hong Kong. Dana jumbo ini akan digunakan untuk membangun kembali rumah warga dan memberikan dukungan jangka panjang yang berkelanjutan.
Dukungan Finansial dan Psikologis Totalitas
Dukungan juga datang dari sektor finansial. Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA), Asosiasi Bank Hong Kong, dan 28 bank ritel segera mengumumkan langkah darurat. Mereka memberikan bantuan fleksibel bagi warga terdampak, termasuk masa tenggang pembayaran kembali selama enam bulan untuk kredit yang telah disepakati sebelumnya, memastikan para korban tidak tertekan masalah likuiditas.
Aspek kesehatan mental juga tak luput dari perhatian. Palang Merah Hong Kong kini mengoperasikan hotline bantuan psikologis yang siaga 24 jam penuh, mulai 30 November hingga 24 Januari 2026, khusus bagi warga Tai Po yang terdampak. Komisi Perawatan Kesehatan Primer (PHC) pun menyediakan layanan manajemen kasus kesehatan secara gratis, mendukung kebutuhan perawatan primer para korban.
Kerja sukarela menjadi jantung dari upaya pemulihan ini. Lam Yick Kuen, dari Tim Perawatan Tai Po, dan Lee Sai Yin, anggota Dewan Distrik Tai Po, menjadi saksi hidup kekuatan tak kasatmata yang menyatukan Hong Kong.
“Baru saja kami melihat bahwa tempat penampungan kekurangan susu formula bayi. Saya menyampaikannya di grup komunitas, dan tak lama kemudian ada orang yang mengantarkannya,” ujar Lee Sai Yin. Ia menyimpulkan dengan penuh keyakinan, “Selama semua orang bersatu, tidak ada rintangan yang tidak dapat kita atasi.”














