Pecahkan Kutukan 52 Tahun, Achraf Hakimi Sabet Gelar Pemain Terbaik Afrika 2025

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 21 November 2025 – 00:05 WIB

Achraf Hakimi dari Paris Saint-Germain berpose untuk foto dengan penghargaan PlayStation Player Of The Match setelah kemenangan tim dan melaju ke final setelah pertandingan Leg Kedua Semifinal Liga Champions UEFA 2024/25 antara Paris Saint-Germain dan Arsenal FC di Parc des Princes pada 07 Mei 2025 di Paris, Prancis. (Foto: UEFA/UEFA via Getty Images)

Achraf Hakimi dari Paris Saint-Germain berpose untuk foto dengan penghargaan PlayStation Player Of The Match setelah kemenangan tim dan melaju ke final setelah pertandingan Leg Kedua Semifinal Liga Champions UEFA 2024/25 antara Paris Saint-Germain dan Arsenal FC di Parc des Princes pada 07 Mei 2025 di Paris, Prancis. (Foto: UEFA/UEFA via Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sejarah baru tercipta di panggung sepak bola Afrika. Bek andalan Paris Saint-Germain (PSG) dan Timnas Maroko, Achraf Hakimi, resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika 2025 (African Footballer of the Year) dalam seremoni megah yang digelar di Rabat, Rabu malam waktu setempat.

Kemenangan Hakimi menjadi fenomena langka. Ia menjadi pemain bertahan pertama yang memenangkan penghargaan prestisius ini sejak Bwanga Tshimen dari Zaire (kini Republik Demokratik Kongo) meraihnya pada tahun 1973. Artinya, Hakimi sukses mematahkan dominasi penyerang dan gelandang yang telah bertahan selama lebih dari setengah abad.

Dalam pemungutan suara, Hakimi sukses mengungguli dua pesaing terberatnya, yakni megabintang Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, dan penyerang tajam Nigeria yang kini berseragam Galatasaray, Victor Osimhen, yang harus puas melengkapi podium.

Musim Ajaib

Kunci kemenangan Hakimi tak lepas dari performa fenomenalnya sepanjang musim 2024/2025. Mantan pemain Real Madrid dan Inter Milan ini menjadi pilar utama kesuksesan PSG memborong lima trofi sekaligus (quintuple).

Puncak prestasinya adalah membawa Les Parisiens meraih gelar Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Tak hanya solid bertahan, Hakimi tampil beringas di partai final dengan mencetak gol pembuka saat PSG melumat Inter Milan dengan skor telak 5-0 pada Mei lalu.

Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden CAF Patrice Motsepe menyerahkan langsung trofi tersebut kepada Hakimi.

“Ini benar-benar momen yang membanggakan bagi saya untuk memenangkan penghargaan bergengsi ini,” ujar Hakimi dalam pidato kemenangannya.

“Trofi ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk semua pria dan wanita tangguh yang bermimpi menjadi pesepakbola di Afrika. Dan bagi mereka yang selalu percaya pada saya sejak saya masih kecil, bahwa suatu hari nanti saya akan menjadi pesepakbola profesional. Saya ingin berterima kasih kepada mereka semua,” tambahnya penuh haru.

Dominasi Maroko dan Kejutan Tanjung Verde

Malam penghargaan tersebut menjadi pesta besar bagi sepak bola Maroko. Di kategori putri, gelandang Ghizlane Chebbak mengukir sejarah sebagai wanita Maroko pertama yang memenangkan Pemain Terbaik Wanita Afrika, mengalahkan rekan senegaranya Sanaa Mssoudy dan bintang Nigeria, Rasheedat Ajibade.

Sementara itu, penghargaan Pelatih Terbaik Tahun Ini (Coach of the Year) jatuh kepada Bubista. Pelatih taktis ini dinilai sukses besar setelah secara mengejutkan membawa negara kepulauan kecil, Tanjung Verde, lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Topik
Komentar