Pascaprotes Berdarah, Kini Nepal Dipimpin Mantan Rapper Berusia 35 Tahun

Reza Medium.jpeg

Minggu, 29 Maret 2026 – 02:00 WIB

Balendra Shah dilantik sebagai perdana menteri Nepal. (Foto:Media sosial/X)

Balendra Shah dilantik sebagai perdana menteri Nepal. (Foto:Media sosial/X)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Balendra Shah resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Nepal pada Jumat (27/3/2026). Pelantikan ini dilakukan setelah aksi protes antikorupsi menjatuhkan pemerintahan sebelumnya pada tahun lalu.

Politikus berusia 35 tahun yang sebelumnya dikenal sebagai penyanyi rap ini memenangkan pemilu melalui Partai Rastriya Swatantra (RSP). Shah menang dengan mengandalkan dukungan pemilih muda melalui platform perubahan politik.

“Saya, Balendra Shah, atas nama negara dan rakyat, berjanji akan setia kepada konstitusi,” ucap Shah dalam upacara pelantikan.

Dalam acara tersebut, Shah tampil mengenakan pakaian hitam dan kacamata hitam. Kemenangannya terjadi di tengah situasi ekonomi yang sulit dan dampak dari kerusuhan tahun lalu yang menewaskan sedikitnya 77 orang di negara berpenduduk 30 juta jiwa tersebut.

Sehari sebelum pelantikan, Shah mengunggah lagu rap di media sosial yang telah ditonton hampir tiga juta kali. Lagu tersebut berisi pesan mengenai persatuan nasional.

“Kekuatan persatuan adalah kekuatan nasional saya. Hatiku penuh keberanian, darah merahku mendidih,” demikian petikan lirik lagu Shah.

Dalam susunan kabinet, Shah menunjuk sejumlah profesional. Posisi Menteri Keuangan diisi oleh Swarnim Wagle, mantan penasihat ekonomi PBB. Sementara itu, Shishir Khanal menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dengan tugas mengelola hubungan diplomatik Nepal dengan India dan China.

Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri India Narendra Modi dan perwakilan pemerintah China, telah memberikan ucapan selamat. Keduanya menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan pemerintahan baru di bawah Shah.

Di tingkat domestik, pemerintah baru menghadapi tuntutan penegakan hukum bagi korban kerusuhan tahun lalu. Laporan komisi penyelidik yang bocor merekomendasikan penuntutan terhadap mantan PM KP Sharma Oli terkait tindakan keras terhadap demonstran yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang