Adrien Rabiot, Rafael Leao, dan Davide Bartesaghi dari AC Milan menunjukkan kekecewaan mereka selama pertandingan Serie A antara AC Milan dan Parma Calcio 1913 di Stadion Giuseppe Meazza pada 22 Februari 2026 di Milan, Italia. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Parma mencatat kemenangan mengejutkan 1-0 atas AC Milan pada lanjutan Serie A di Stadion San Siro, Sabtu (22/2/2026). Pelatih Parma, Carlos Cuesta, memuji konsentrasi timnya sekaligus menyampaikan simpati kepada Ruben Loftus-Cheek yang mengalami cedera.
Sebelum membahas kemenangan timnya, Cuesta lebih dulu menyoroti kondisi gelandang Milan tersebut yang harus ditarik keluar pada babak pertama.
“Saya ingin berbicara tentang Loftus-Cheek terlebih dahulu. Saya harap dia baik-baik saja dan pikiran kami bersamanya,” ujar Cuesta seusai pertandingan.

Parma Disiplin Hadapi Dominasi Milan
Parma tampil bertahan rapat menghadapi dominasi penguasaan bola Milan. Cuesta mengakui menjaga fokus selama 90 menit di San Siro bukan hal mudah.
“Tidak mudah tetap berkonsentrasi melawan tim sekuat Milan di stadion seperti ini. Mereka pasti akan mendominasi penguasaan bola, jadi kami harus tetap terorganisir. Mentalitas tim ini luar biasa,” katanya.
Gol tunggal Parma lahir dari situasi bola mati. Cuesta menegaskan gol tersebut bukan kebetulan, melainkan hasil latihan yang terencana.
“Ketika kami melatih situasi bola mati, kami berusaha menempatkan pemain di posisi yang siap mencetak gol,” jelasnya.
Cuesta Minta Tim Tetap Rendah Hati
Kemenangan atas Milan menjadi hasil positif ketiga secara beruntun bagi Parma. Namun Cuesta menolak terlena.
“Sepak bola berubah dengan cepat. Kami adalah tim yang sama seperti saat kalah dari Juventus dan Atalanta. Yang bisa kami kendalikan adalah kualitas kerja kami, dan kami harus melakukannya lebih baik lagi,” ujarnya.
Hasil ini memperkuat posisi Parma di papan tengah klasemen Serie A, sementara Milan kehilangan poin penting dalam persaingan papan atas.









