Pakar UI: Perubahan Iklim dan Ledakan Populasi Tikus Tingkatkan Risiko Hantavirus

Reyhaanah Medium.jpeg

Selasa, 19 Mei 2026 – 05:34 WIB

Ilustrasi ancaman hantavirus. (Dok. Inilah.com)

Ilustrasi ancaman hantavirus. (Dok. Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, menilai perubahan iklim dan meningkatnya populasi tikus dapat meningkatkan risiko penularan hantavirus kepada manusia.

Menurut Pandu, risiko penularan akan semakin besar apabila populasi tikus pembawa virus hanta meningkat dan hidup berdekatan dengan kawasan permukiman.

“Bila populasi tikus yang membawa virus Hanta meningkat jumlahnya dan tinggal dengan permukiman manusia bisa saja meningkatkan risiko penularan,” kata Pandu saat dihubungi Inilah.com, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, kelompok masyarakat yang bekerja di lingkungan dengan populasi tikus tinggi menjadi pihak paling rentan terpapar virus tersebut. Pekerja gudang, petani, hingga penghuni bangunan kosong disebut perlu meningkatkan kewaspadaan.

“Yang bekerja di lingkungan banyak tikus pembawa virus Hanta,” ujarnya.

Meski demikian, Pandu menilai hantavirus belum berpotensi menjadi wabah global karena penularannya masih terbatas dari hewan ke manusia.

“Gak jadi wabah. Penularan masih terbatas dari hewan ke manusia,” ucap Pandu.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta pemerintah memperketat pengawasan di pintu masuk negara menyusul munculnya kasus hantavirus di Indonesia.

Ia menilai langkah antisipasi perlu diperkuat guna mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut melalui jalur perjalanan internasional.

“Kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, diharapkan untuk memperkuat pengawasan di pintu masuk ke dalam negeri seperti pelabuhan, bandara dan PLBN,” kata Yahya kepada Inilah.com, Jumat (15/5/2026).

Menurut Yahya, langkah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat pengawasan melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan sudah tepat dan perlu dijalankan secara konsisten.

Ia berharap pengawasan tersebut mampu meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya hantavirus di Indonesia.

“Kita harapkan ini dijalankan dengan baik agar tidak terjadi potensi penyebaran hantavirus melalui pintu masuk tersebut,” ujarnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang