Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global akibat inflasi yang masih tinggi, ketidakpastian geopolitik, dan volatilitas pasar keuangan internasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan konflik geopolitik yang masih berlangsung di Timur Tengah telah mendorong harga energi tetap tinggi dan meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut turut memengaruhi ekspektasi pasar terhadap suku bunga global yang diperkirakan bertahan tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer.
“Meski tekanan global meningkat, sektor jasa keuangan nasional tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Intermediasi keuangan tumbuh positif dan tingkat solvabilitas industri keuangan tetap kuat,” kata Friderica dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK di Jakarta.
Di sektor pasar modal, OJK mencatat likuiditas perdagangan saham masih terjaga dengan baik. Rata-rata bid-ask spread pada Mei 2026 berada di level 1,50 persen. Sementara itu, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp4,10 triliun sepanjang Mei 2026.
Adapun pasar obligasi menunjukkan kinerja positif. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 0,32 persen secara bulanan dan ditutup pada level 437,26. Di sisi lain, yield Surat Berharga Negara (SBN) mengalami kenaikan rata-rata 5,61 basis poin akibat meningkatnya ketidakpastian global.
Jumlah investor pasar modal juga terus bertambah. Hingga akhir Mei 2026, total investor mencapai 27,75 juta atau tumbuh 36,27 persen sejak awal tahun. Dalam satu bulan saja, terdapat tambahan sekitar 1,26 juta investor baru.
Pasar modal juga tetap berperan sebagai sumber pendanaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga Mei 2026, nilai penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal mencapai Rp68,18 triliun. Selain itu, terdapat 75 rencana penawaran umum yang masih berada dalam pipeline dengan nilai indikatif mencapai Rp64,26 triliun.
Di sektor perbankan, pertumbuhan kredit menunjukkan tren positif. Pada April 2026, kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan menjadi Rp8.755 triliun. Kredit investasi menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 19,48 persen.
Dari sisi debitur, kredit korporasi tumbuh 15,51 persen, sedangkan kredit UMKM mulai menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan 0,16 persen secara tahunan. Bank-bank BUMN menjadi kelompok perbankan dengan pertumbuhan kredit tertinggi sebesar 14,35 persen.
Kualitas kredit juga tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,17 persen, sedangkan NPL net berada di level 0,84 persen. Sementara itu, rasio Loan at Risk (LaR) turun menjadi 8,82 persen.
Permodalan perbankan nasional masih kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 23,97 persen. Angka tersebut menunjukkan perbankan memiliki bantalan modal yang memadai untuk menghadapi berbagai risiko ekonomi.
Pada sektor asuransi dan dana pensiun, total aset industri asuransi mencapai Rp1.202,16 triliun atau tumbuh 3,39 persen secara tahunan. Sementara aset dana pensiun meningkat 6,12 persen menjadi Rp1.690,64 triliun.
Di sektor pembiayaan, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 2,08 persen menjadi Rp514,65 triliun. Sedangkan industri pinjaman daring atau fintech lending masih mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 26,11 persen dengan outstanding pembiayaan mencapai Rp102,07 triliun.
Sementara itu, aktivitas aset kripto juga terus berkembang. Hingga April 2026 jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 21,70 juta. Nilai transaksi aset kripto selama April tercatat sebesar Rp22,89 triliun.
OJK menegaskan akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan nasional melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan sistem keuangan tetap sehat, kuat, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











