Warga Myanmar menggelar aksi protes dengan mengusung poster Aung San Suu Kyi tak lama setelah mantan pemimpin mereka itu ditangkap oleh pihak militer yang melakukan kudeta pada Februari 2021. (Foto: AFP)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Mantan pemimpin sekaligus tokoh pro-demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, dilaporkan telah dipindahkan dari sel penjara militer ke status tahanan rumah. Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya junta militer memoles citra di tengah tekanan internasional yang tak kunjung reda.
Pemimpin Junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, menyatakan bahwa pihaknya telah mengubah sisa masa hukuman bagi peraih Nobel Perdamaian tersebut untuk dijalani di tempat tinggal yang telah ditetapkan. Media pemerintah bahkan sempat menyiarkan gambar Suu Kyi yang kini berusia 80 tahun sedang duduk berhadapan dengan aparat berseragam.
Namun, pengumuman ini justru memicu keraguan besar. Putra Suu Kyi, Kim Aris, secara blak-blakan menyebut klaim militer tersebut bisa jadi hanya ‘omong kosong’.
Anak Kandung Sangsi dan Ragukan Foto
Kim Aris menegaskan bahwa dirinya belum melihat bukti nyata bahwa ibunya telah dipindahkan. Baginya, foto yang disiarkan media pemerintah tidak memiliki makna karena diduga kuat merupakan dokumentasi lama dari tahun 2022.
“Saya tidak akan mempercayai apa pun sampai saya diizinkan berkomunikasi dengannya, atau ada pihak yang bisa memverifikasi secara independen kondisi dan keberadaannya,” tegas Aris dalam wawancara dengan BBC dikutip Sabtu (2/5/2026).
Hal senada diungkapkan mantan penasihat ekonomi Suu Kyi, Sean Turnell. Ekonom asal Australia yang pernah mendekam di penjara yang sama dengan Suu Kyi ini menggambarkan kondisi tahanan di Myanmar sangat buruk, mirip era ‘abad pertengahan’. Dengan usia Suu Kyi yang sudah mencapai kepala delapan, Turnell sangat mengkhawatirkan akses perawatan medis dan kondisi sel yang tidak tahan perubahan cuaca.
Sinyal Diplomasi dan Upaya Pengakuan
Kemunculan mendadak isu pemindahan Suu Kyi disinyalir merupakan langkah taktis Min Aung Hlaing. Junta militer tampaknya sedang bersiap melakukan perubahan status lebih lanjut, seperti pembebasan sebagian, demi mengakhiri boikot internasional terhadap rezim mereka.
“Rezim militer yang memerintah Myanmar saat ini sangat gencar memoles citranya. Mereka berusaha meyakinkan dunia bahwa mereka adalah pemerintahan yang sah,” kata Turnell.
Sejak dikudeta pada 2021, sosok Suu Kyi seolah lenyap ditelan bumi. Para pengacaranya bahkan kesulitan menemuinya dalam tiga tahun terakhir. Selama lima tahun terakhir, sang ‘Ibu Bangsa’ ini dijatuhi vonis total 33 tahun penjara melalui rentetan pengadilan militer yang tertutup.
Meski citranya sempat tercedera di kancah global akibat isu Rohingya pada 2017, kedudukan Suu Kyi di mata rakyat Myanmar tetap tak tergoyahkan. Kharisma spiritualnya masih menjadi simbol harapan bagi jutaan warga yang merindukan kembalinya demokrasi di bumi pagoda tersebut.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











