Mensesneg Sebut Danantara Bentuk Perminas Sesuai Arahan Presiden

Clara Medium.jpeg

Sabtu, 31 Januari 2026 – 11:58 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kawasan Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kawasan Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan bahwa pembentukan BUMN baru PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk mengelola mineral kritis telah sejalan dengan arahan dari Presiden RI Prabowo.

“Justru itu dari Bapak Presiden (arahan membentuk Perminas), yang diharapkan bisa mengelola mineral-mineral kita, terutama mineral-mineral yang strategis. Maka dimintalah Danantara membentuk satu entitas,” ujar Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Lebih lanjut, saat ditanya alasan pemerintah tidak mengoptimalkan MIND ID atau anak perusahaan lainnya, Prasetyo mengatakan bahwa Perminas akan berfokus pada pengelolaan mineral kritis.

“(Perminas) itu tadi untuk mengelola mineral kritis. Apalagi yang harus kita jelaskan itu? Itu kan sederhana aja nih kan? Mineral banyak. Sudah ada yang dikelola, sudah ada perusahaan. Ini khusus yang mineral,” tutur dia.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria mengatakan tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang dikelola PT Agincourt Resources akan dialihkan ke BUMN baru yakni PT Perminas.

“Ke Perminas. Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang baru kami bentuk,” ujar Dony ketika ditemui setelah acara ‘Danantara: Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia’ yang digelar di Jakarta, Rabu (29/1/2026).

Dony mengatakan Perminas berbeda dengan MIND ID. Pemerintah mengalihkan pengelolaan Agincourt ke Perminas agar bisnisnya berada di bawah Danantara. Nantinya, ia mengatakan Perminas akan beroperasi langsung di bawah Danantara.

“Pemerintah kan bisnisnya ada di bawah Danantara semua, kan? Tentu diserahkan ke Danantara. (Perminas) perusahaan di bawah Danantara,” ujar dia.

Meskipun demikian, Dony mengatakan bahwa komunikasi ihwal peralihan pengelolaan tambang Agincourt tidak dikomunikasikan oleh Danantara. Ia mengatakan langkah tersebut bukan merupakan bagian dari tugas Danantara.

“Itu bukan dengan kami, ya. Itu nanti mungkin akan dikomunikasikan,” kata Dony.