Menpora Etho Ultimatum Dualisme Cabor: Jika Januari tak Selesai, Pemerintah Masuk

Haris Medium.jpeg

Kamis, 4 Desember 2025 – 16:33 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menegaskan pemerintah siap turun tangan mengurai persoalan dualisme kepengurusan cabang olahraga (cabor) apabila hingga Januari 2026 tidak ditemukan titik temu. Erick menyampaikan hal tersebut usai bertemu Ketua KONI Pusat Marciano Norman di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Erick menuturkan, saat ini pemerintah masih memberi ruang bagi cabor-cabor yang bersengketa untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah dan mufakat. Ia menekankan penyelesaian internal adalah pilihan terbaik sebelum pemerintah mengambil langkah intervensi.

“Sesuai surat saya ke KOI dan KONI, saya memberikan kesempatan musyawarah dan mufakat. Bangsa kita itu musyawarah dan mufakat, bukan voting terus,” ujar Erick.

“Desember ini kami lihat perkembangannya. Nanti Januari, kalau memang belum bisa, ya pemerintah akan coba masuk,” tambahnya.

Erick mengakui dirinya sudah ingin turun tangan lebih cepat, namun memilih memberi kesempatan kepada federasi terkait agar menyelesaikan konflik secara mandiri. Ia menegaskan intervensi pemerintah hanya akan dilakukan jika persoalan dualisme benar-benar buntu.

“Kami tidak mau pemerintah terus mengintervensi federasi. KONI, KOI, itu keluarga besar olahraga. Kalau keluarga besar musyawarah, harusnya dapat jalan. Tapi kalau tidak bisa, ya kami intervensi,” ujarnya.

“Intervensi bukan karena kekuasaan, tetapi karena ada sesuatu yang harus diperbaiki,” kata Erick.

Saat ini terdapat empat cabor yang masih terbelit dualisme kepengurusan: Tinju, Anggar, Sepak Takraw, dan Tenis Meja. Di antara empat cabor tersebut, tenis meja menjadi contoh paling ekstrem. Konflik dualisme PTMSI dilaporkan berlangsung sejak 2013 dan bahkan sempat memunculkan tiga federasi berbeda yang mengklaim sebagai organisasi resmi.

Pada 2025, Indonesia Pingpong League (IPL) akhirnya diterima sebagai anggota resmi NOC Indonesia, namun sengketa lama di tingkat nasional masih menyisakan persoalan administratif dan teknis yang belum sepenuhnya tuntas.

Dengan ultimatum Erick, pemerintah berharap konflik organisasi yang berlarut-larut ini segera mendapat penyelesaian demi kepastian pembinaan atlet dan kesiapan menuju multi event internasional.

Topik
Komentar