Luhut Bujuk Bos Danantara Agar DSI Pakai Platform Tata Niaga Minerba Simbara

Iwan Medium.jpeg

Senin, 25 Mei 2026 – 20:09 WIB

Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan dan gurita bisnisnya. (Foto: Instagram @luhut. pandjaitan)

Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan dan gurita bisnisnya. (Foto: Instagram @luhut. pandjaitan)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Saat bertemu Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan P Roeslani, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan operasional PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) memanfaatkan platform Sistem Informasi Mineral dan Batubara (Simbara).

“Saya sudah berbicara dengan (CEO Danantara) Pak Rosan tadi malam. Saya minta, Pak Rosan memanggil tim (DSI), nanti (kita) bicara (soal penggunaan Simbara),” ujar Luhut usai menghadiri ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia menuturkan, platform tata niaga mineral itu, saat ini sudah dimanfaatkan untuk mengelola lima komoditas, yakni batu bara, bauksit, nikel, timah dan tembaga. Diyakinkan bahwa implementasi Simbara, cukup efektif untuk mengatasi kebocoran penerimaan negara. Bahkan mencapai 40 persen di sektor batu bara.

Luhut mengatakan, seluruh perusahaan yang hendak mengekspor batu bara diwajibkan untuk melaporkan jumlah cadangan, volume ekspor, pembayaran pajak, hingga pembayaran royalti. Selanjutnya, seluruh data tersebut akan diverifikasi oleh sistem Simbara.

Jika perusahaan terbukti tidak patuh terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku, maka platform tersebut secara otomatis memblokir pelaku usaha tersebut.

“(Simbara) Enggak bisa diancam oleh siapapun. Jadi, mau tentara, polisi, atau siapa saja, tidak bisa memengaruhi sistem ini. Dia (eksportir) harus mulai (pelaporan kembali) dari nol. Nah, itu yang harus kita awasi ramai-ramai,” kata Luhut.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan PT DSI, kini resmi menjadi BUMN.

Dia sudah menandatangani akta pengesahan DSI menjadi BUMN pada Senin pagi (25/5). “Hari ini sudah menjadi BUMN, karena kan prosesnya harus ada 1 persen saham milik negara dengan kuasa khusus. Hari ini sudah menjadi BUMN,” ujar Dony di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Namun, mekanisme ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam, seperti batu bara, minyak kelapa sawit, dan paduan besi (ferro alloy) masih dalam proses penyusunan. “Nanti rinciannya akan disampaikan. Sedang diproses,” ujar Dony.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang