Logistik Sumatera Sangat Masif, Target Rel 12.100 Km Bisa Jadi Primadona Gantikan Beban Jalan Raya

Basuki Medium.jpeg

Jumat, 21 November 2025 – 15:02 WIB

Pakar perkeretaaian nasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi. (Foto: UMY)

Pakar perkeretaaian nasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi. (Foto: UMY)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Target pembangunan 12.100 kilometer rel nasional yang dicanangkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara berpeluang memajukan konektivitas Indonesia, terutama untuk angkutan barang di Sumatera.

Hal tersebut disampaikan pakar perkeretaapian nasional dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha.

“Logistik Sumatera sangat masif. Kereta bisa menjadi primadona untuk menggantikan beban jalan raya,” ujar Sri Atmaja di Yogyakarta, Jumat (21/11/2025).

Menurut Guru Besar Teknik Sipil UMY ini, langkah Danantara mendorong percepatan pembangunan rel skala besar dapat sejalan dengan arah Rencana Induk Perkeretaapian (RIP) dan Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) jika dieksekusi secara terencana.

Dia menjelaskan rencana pembangunan rel memang telah lama tercantum dalam dokumen perencanaan transportasi nasional, dan ambisi Danantara bisa menjadi momentum untuk menggerakkan kembali agenda modernisasi tersebut.

Sri Atmaja menyebut Jawa sebagai wilayah yang membutuhkan peningkatan kapasitas layanan kereta untuk mobilitas manusia, termasuk peningkatan kecepatan operasional hingga 160 km/jam apabila jalur eksisting tidak lagi memadai.

Secara paralel, Sumatera berpeluang merasakan manfaat terbesar dari rel baru karena beban logistik yang selama ini ditopang oleh truk berat di jalan raya.

Namun, menurut dia, manfaat tersebut hanya dapat tercapai apabila sistem rel Danantara dirancang dengan interkoneksi yang kuat.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya memastikan kereta terhubung dengan moda lain mulai dari kawasan produksi hingga simpul distribusi.

“Lihat Jepang. Orang tidak takut bepergian karena konektivitasnya jelas. Jika Indonesia bisa bergerak ke arah itu, wajah ekonomi dan peradaban kita akan berubah,” tuturnya menerangkan.

Lebih jauh dia menilai bahwa dengan perencanaan teknis yang matang, integrasi antarmoda yang kuat, serta kesiapan sumber daya manusia, target besar Danantara menjadi langkah strategis menuju sistem transportasi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Topik
Komentar