Lautaro Martinez Ungkap Perbedaan Gaya Latih Inzaghi dengan Chivu

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 3 Desember 2025 – 01:15 WIB

Lautaro Martinez dari Internazionale terlihat dalam pertandingan Fase Liga Champions UEFA 2025/26 MD5 antara Atletico de Madrid dan FC Internazionale Milano di Estadio Metropolitano pada 26 November 2025 di Madrid, Spanyol. (Foto: David Ramos/Getty Images)

Lautaro Martinez dari Internazionale terlihat dalam pertandingan Fase Liga Champions UEFA 2025/26 MD5 antara Atletico de Madrid dan FC Internazionale Milano di Estadio Metropolitano pada 26 November 2025 di Madrid, Spanyol. (Foto: David Ramos/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, menepis segala spekulasi mengenai ketegangan di ruang ganti Nerazzurri. Di tengah sorotan pasca-kekalahan dari AC Milan dan Atletico Madrid, striker asal Argentina itu justru memberikan dukungan terbuka kepada pelatih barunya, Cristian Chivu, dengan cara yang unik dan humoris.

Hadir dalam acara penghargaan Gran Galà del Calcio di Milan, Senin (1/12/2025), Lautaro menegaskan bahwa kehadiran Chivu adalah persis apa yang dibutuhkan skuad Inter saat ini. Ia bahkan berseloroh mengenai kedekatan fisik sang pelatih dengan para pemainnya.

Sentuhan Personal Sang Mantan Pemain

Media Italia sempat mengendus aroma konflik ketika Lautaro ditarik keluar lebih awal dalam laga-laga krusial pekan lalu. Namun, dua gol yang ia sarangkan saat Inter menang atas Pisa akhir pekan lalu, serta pernyataannya tadi malam, seolah menjadi jawaban telak atas rumor tersebut.

“Ini luar biasa, kami berbicara setiap hari. Dia [Chivu] selalu memeluk kami, mungkin malah terlalu sering,” ujar Lautaro sembari tertawa kepada Sky Sport Italia.

“Saya mendapatkan lebih banyak pelukan darinya daripada dari istri saya sendiri, tapi itulah caranya. Ini menyenangkan, karena dia pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi pemain di ruang ganti itu. Dia memahami segalanya,” tambahnya.

Menurut Lautaro, latar belakang Chivu sebagai mantan bek legendaris Inter memberikan keuntungan psikologis. Pelatih asal Rumania itu dinilai mampu memberikan kebebasan dan kepercayaan diri yang dibutuhkan pemain untuk mengeluarkan kualitas terbaik di lapangan.

Evolusi Taktik: Lebih Agresif dari Inzaghi?

Inter Milan telah lama terbentuk dengan identitas permainan Simone Inzaghi yang sukses membawa mereka meraih Scudetto dan dua final Liga Champions. Lantas, apa yang berbeda di era Chivu?

Lautaro menjelaskan bahwa meski filosofi dasarnya serupa—sama-sama ingin memainkan sepak bola indah—Chivu menuntut intensitas fisik yang lebih tinggi.

Image of soccer high pressing tactical diagram

“Dengan Cristian, kami melakukan pressing lebih tinggi, mencoba merebut bola kembali sesegera mungkin. Ini adalah sesuatu yang kami coba tingkatkan setiap hari,” jelas penyerang berusia 28 tahun tersebut.

Realitas Ruang Ganti

Meski memuji pelatihnya, Lautaro tidak menutup mata terhadap fakta bahwa Inter masih berjuang mencari konsistensi. Empat kekalahan yang diderita baru-baru ini di Serie A dan Liga Champions menjadi alarm bahaya.

Lautaro juga memberikan pandangan dewasa mengenai dinamika internal tim. “Kami tidak semuanya berteman (sahabat dekat), tetapi tetap ada hubungan yang baik. Kepentingan grup adalah yang utama untuk menemukan energi baru dan mencoba memenangkan trofi,” tegasnya.

Inter kini dituntut untuk segera melakukan “sakelar mental” dalam pertandingan-pertandingan besar jika ingin menjaga asa juara di semua kompetisi musim ini.

Topik
Komentar