Kumpulkan Mantan Bos Bank Indonesia, Prabowo Gali Resep Hadapi Krisis

Nebby Medium.jpeg

Jumat, 22 Mei 2026 – 17:41 WIB

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan) bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (21/5/2026).  (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan) bersama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (21/5/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026). Pertemuan itu dimanfaatkan pemerintah untuk menyerap pengalaman para eks petinggi bank sentral dalam menghadapi krisis ekonomi yang pernah mengguncang Indonesia.

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Burhanuddin Abdullah hingga Soedradjad Djiwandono. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, para mantan Gubernur BI memberikan berbagai catatan penting terkait situasi ekonomi pada masa lalu, terutama saat Indonesia diterpa gejolak global.

“Tadi disampaikan beberapa hal yang menjadi pengalaman mereka saat menghadapi krisis di tahun 2008. Kebetulan mereka rata-rata periodenya antara 2004 sampai 2014 dan dalam pertemuan tersebut menyampaikan beberapa catatan yang terjadi,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026).

Dalam diskusi itu, Airlangga menyinggung kondisi ekonomi Indonesia pada 2005 ketika inflasi melonjak akibat krisis minyak dunia dan penyesuaian harga energi domestik.

“Tahun 2005 terjadi krisis minyak di mana harga minyak bisa naik 140 dolar, ada waktu itu penyesuaian harga sehingga inflasinya bisa naik 27 persen,” tambah Airlangga.

Menurut Airlangga, kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai lebih terkendali dibanding periode krisis terdahulu. Ia menyebut pelemahan nilai tukar rupiah sejak awal tahun masih berada dalam batas yang relatif aman.

“Jadi jauh lebih rendah kasus sebelumnya dan dari situ belajar bagaimana mengantisipasi dan bagaimana diperlukan untuk menghadapi situasi-situasi ke depan,” jelas Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga meminta jajaran ekonomi kabinet untuk terus memantau stabilitas sektor keuangan nasional. Fokus pemerintah, kata Airlangga, termasuk memperkuat regulasi dan menjaga kesehatan industri perbankan.

“Bapak Presiden meminta kami beserta Menkeu memonitor bagaimana regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan menjaga prudensial dari perbankan kita,” terang Airlangga.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mencatat sejumlah pengalaman yang dibagikan para mantan Gubernur BI. Catatan tersebut akan dipelajari pemerintah sebagai bahan antisipasi menghadapi potensi gejolak ekonomi ke depan.

“Dia sharing pengetahuan gimana waktu mengalami ada krisis 2007-2008 dan sebelum-sebelumnya. Itu saja kita pelajari, masukan dari mereka apa. Saya sudah catat, saya diperintahkan untuk mempelajari, ya kita pelajari,” ujar Purbaya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang