Kemenkeu Tarik Utang Perdana di Tahun ‘Kuda Api’ Lewat Lelang SUN Rp90,96 Triliun

Clara Medium.jpeg

Rabu, 7 Januari 2026 – 23:05 WIB

Pemerintah menyerap dana Rp24 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan pada Selasa (27/2/2024). [foto: arsip]

Pemerintah menyerap dana Rp24 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan pada Selasa (27/2/2024). [foto: arsip]

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di awal tahun 2026 yang bershio ‘kuda api’, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menarik utang anyar lewat lelang SUN (Surat Utang Negara).

Penawaran masuk dari investor Rp90,96 triliun, atau lebih tinggi ketimbang lelang terakhir pada 2025 dengan rekor Rp64,21 triliun.

Dari sembilan seri SUN yang dilelang pada 6 Januari 2026, pemerintah menyerap dana senilai Rp40 triliun atau di atas target indikatif sebesar Rp33 triliun.

Dikutip dari keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu (7/1/2026), penawaran masuk tertinggi diterima oleh seri SPN12270107 (penerbitan baru) senilai Rp17,04 triliun, yang dimenangkan sebesar Rp5 triliun.

Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri tersebut sebesar 4,82000 persen dengan jatuh tempo 7 Januari 2027.

Seri dengan penawaran tertinggi berikutnya adalah FR0106 (pembukaan kembali) senilai Rp16,35 triliun dan dimenangkan Rp5,4 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,35996 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.

Berikutnya, seri FR0108 (pembukaan kembali) mencatatkan penawaran masuk Rp14,95 triliun dan dimenangkan Rp7,3 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,07999 persen dengan jatuh tempo 15 April 2036.

Seri FR0109 (pembukaan kembali) mencetak penawaran double digit terakhir dengan nilai Rp10,78 triliun dan diraup sebesar Rp6,55 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 5,43508 persen dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.

Selanjutnya, seri SPN03260408 (penerbitan baru) menerima penawaran masuk Rp8,95 triliun dan dimenangkan sebesar Rp1,75 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 4,70000 persen dengan jatuh tempo 8 April 2026.

Seri FR0107 (pembukaan kembali) menerima penawaran masuk Rp7,67 triliun dan dimenangkan Rp5,2 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,48858 persen dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Kemudian, seri SPN01260207 (penerbitan baru) mencatatkan penawaran masuk Rp6,8 triliun dan dimenangkan Rp2,4 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 4,63000 persen dengan jatuh tempo 7 Februari 2026.

Seri FR0102 (pembukaan kembali) menerima penawaran masuk Rp4,56 triliun dan dimenangkan Rp3,05 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,69968 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2054.

Terakhir, seri FR0105 (pembukaan kembali) menerima penawaran masuk Rp3,86 triliun dan dimenangkan Rp3,35 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,74830 persen dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.