Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda Ulu 2 di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (27/8/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya turut terlibat langsung dalam program makan bergizi gratis (MBG), melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengedepankan standar keamanan pangan dengan catatan zero accident.
Listyo mengatakan, keterlibatan Polri dalam program tersebut terus menunjukkan perkembangan signifikan. Awalnya, Polri menargetkan pembangunan 100 SPPG hingga 1 Juli 2025. Namun, realisasi di lapangan melampaui target.
“Pada saat ini kami telah membangun 1.160 SPPG dan kami memiliki target sampai dengan akhir tahun 2026 memiliki 1.500 SPPG,” kata Listyo saat rapat kerja dengan Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026)
Menurut dia, SPPG Polri memiliki keunggulan dari sisi sistem pengamanan pangan. Dalam pelaksanaannya, Polri menerapkan program food security dengan penggunaan alat uji untuk memastikan kualitas dan keamanan bahan pangan.
“Dan selama ini SPPG Polri zero accident,” ujarnya menambahkan.
Selain itu, Listyo mengungkapkan sebagian SPPG Polri dikembangkan secara terintegrasi. Sebanyak 16 SPPG dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti green house, kolam bioflok, kandang ayam petelur, pabrik pakan, hingga gudang sentral yang berfungsi menyuplai kebutuhan SPPG lain.
Ia mencontohkan, pengembangan SPPG terintegrasi tersebut telah diterapkan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Tak hanya dalam program pemenuhan gizi, Listyo menambahkan, Polri juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga pangan. Polri turut memastikan harga bahan pokok penting tetap terkendali dan tidak jauh dari harga eceran tertinggi (HET).
“Khususnya sembilan bahan pokok penting yang selalu menjadi perhatian agar stabilitas harganya tetap terjaga,” ucap Sigit.











