Jangan Terpengaruh Isu Keponakan Presiden dan Petinggi Partai, Anggito: Layak Masuk BI, Tommy Sangat Profesional

Iwan Medium.jpeg

Sabtu, 24 Januari 2026 – 12:15 WIB

Kekayaan Thomas Djiwandono (Foto: Kemenkeu.go.id)

Kekayaan Thomas Djiwandono (Foto: Kemenkeu.go.id)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu angkat bicara soal pencalonan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Paling disorot soal posisi Thomas Djiwandono sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto, serta petinggi Partai Gerindra.

Sebagai mantan Wamenkeu, Anggito membeberkan pengalaman saat satu kantor dengan Tommy, sapaan akrab Thomas Djiwandono.

Dia bilang, Tommy cukup kapabel serta memiliki integritas dalam membangun perekonomian nasional. Sehingga namanya sangat layak untuk menjadi Deputi Gubernur BI.

“Saya cukup lama bekerja sama dengan Pak Tommy. Beliau itu tipikal pekerja dan sangat profesional. Meski label waktu itu dari partai politik. Tapi saya tidak pernah mendengar satu kata pun, atau satu tindakan yang mengatasnamakan parpol,” kata Anggito di Jakarta, dikutip Sabtu (24/1/2026).

Selanjutnya, Anggito memberikan apresiasi terhadap dua kandidat Deputi Gubernur BI lainnya. Baik Solikin M Juhro maupun Dicky Kartikoyono yang berasal dari internal BI. Dikatakan, ketiga kandidat itu sama-sama profesional dengan rekam jejak mumpuni di bidang fiskal dan moneter.

“Saya pribadi cukup yakin, ketiga calon yang diajukan ke DPR, adalah profesional. Jadi itu saja pegangan saya. Dan, saya cukup yakin dan saya sudah lama mengenal mereka bertiga,” jelas Anggito.

Sebagai pimpinan LPS, Anggito berharap, siapapun yang terpilih melalui proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and propert test) di Komisi XI DPR, mampu menjaga koordinasi yang kuat antarlembaga. Khususnya dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Itu jawaban yang jujur yang harus saya sampaikan pada anda, tidak ada maksud tertentu. Jadi saya cukup meyakini siapapun yang terpilih dari ketiganya mereka akan bisa melaksanakan, menjalankan dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan, Presiden Prabowo telah mengirimkan Surpres (Surat Presiden) ke DPR untuk memproses pemilihan Deputi Gubernur BI. Untuk mencari pengganti Juda Agung yang mundur dari posisi Deputi Gubernur BI sejak 13 Januari 2026.

Dalam surpres itu memuat 3 nama yang salah satunya itu tadi, Thomas Djiwandono, putra mantan Gubernur BI Sudrajad Djiwandono, sekaligus keponakan presiden. 

Publik pun heboh, apalagi Thomas disebut-sebut sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra. Padahal, dia sudah mengundurkan diri dari pengurus Partai Gerindra sejak Desember 2025.

Bisa jadi, Betul kata Anggito yang cukup lama berkarir di Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Selama menjabat Wamenkeu, Thomas selalu menjaga profesionalitasnya. Posisinya selalu di tengah. Tak pernah pekerjaan sebagai Wamenkeu dikait-kaitkan dengan urusan politik.