Jabar Gaspol! Kuartal IV Harus Ngacir ke 6,6 Persen atau Target Tahunan Ambyar

Aktivitas pemetik teh di kawasan Puncak Jawa Barat. (Foto: DJKN Jabar)

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengingatkan, perekonomian daerah ini wajib lari atau harus mencapai pertumbuhan di kisaran 6,5-6,6 persen pada kuartal IV, guna mengejar target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,5 persen.

Saat ini, kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, laju pertumbuhan ekonomi Jabar masih berada di angka 5,14 persen, sehingga secara perhitungan kasar, laju pertumbuhan akhir tahun harus lebih tinggi guna menjembatani selisih antara capaian saat ini, dengan target yang ditetapkan.

“Ini adalah hitungan kasar kami. Namun, untuk mengejar target 5,5 persen, pertumbuhan pada triwulan IV memang harus tumbuh lebih tinggi, sekitar 6,5 hingga 6,6 persen,” kata Darwis di Bandung, dikutip Jumat (28/11/2025).

Darwis menegaskan, sektor industri menjadi kunci utama keberhasilan ini, mengingat kontribusinya yang mencapai 40,6 persen terhadap total perekonomian Jawa Barat.

Percepatan aktivitas dan produksi di sektor industri dinilai menjadi penentu utama untuk mendongkrak pertumbuhan sesuai target.

Ia menyambut baik upaya identifikasi potensi industri dan dorongan percepatan produksi yang dilakukan oleh Bank Indonesia Jawa Barat.

“BI membuka mata banyak pihak bahwa produksi harus ditingkatkan. Kalau semua komitmen, target bisa dikejar,” katanya.

Selain industri, BPS menilai sektor pariwisata memiliki peran signifikan karena memberikan efek ganda (multiplier effect) ke berbagai sektor terkait, seperti perdagangan, transportasi dan pertanian.

Lonjakan pertumbuhan pada kuartal II lalu, dicontohkannya, dipengaruhi oleh banyaknya hari libur yang mendorong kegiatan wisata.

Darwis memprediksi kebijakan penambahan hari libur di Desember dapat memberikan dorongan signifikan pada sektor jasa.

Di sisi lain, BPS berkomitmen penuh menjaga independensi data yang menjadi acuan pemangku kepentingan dalam perumusan kebijakan.

Darwis menjamin seluruh indikator makroekonomi, termasuk laju inflasi dan pertumbuhan, murni berbasis fakta lapangan dan tidak dipengaruhi kepentingan pihak mana pun.

“Kami bertanggung jawab terhadap data yang kami sampaikan. Itu data independen, murni berdasarkan fakta yang dilaporkan,” tegasnya.

BPS menekankan bahwa seluruh potensi industri, pariwisata, pertanian, dan jasa lainnya harus dimaksimalkan secara simultan untuk memastikan target pertumbuhan 5,5 persen tercapa