Berkah Program 3 Juta Rumah Prabowo, Laba BBTN Meroket 40,8 Persen dalam 6 Bulan

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 17 Juli 2026 – 19:23 WIB

Direktur Utama (Dirut) BTN, Nixon LP Napitupulu. (Foto: Antara).

Direktur Utama (Dirut) BTN, Nixon LP Napitupulu. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketidakpastian ekonomi global belum mereda, tentunya berdampak ke sektor bisnis termasuk perbankan di Tanah Air. Namun, ada saja bank yang justru berhasil mempertahankan solidnya kinerja.

Salah satunya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, emiten perbankan pelat merah berkode BBTN, berhasil mengerek laba bersih konsolidasi sebesar 40,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi Rp2,4 triliun di paruh pertama tahun ini.

Sementara porsi kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berhasil diturunkan dari 3,3 persen di semester I-2025, menjadi 2,99 persen di semester I-2026. “Pertanda strategi transformasi BTN selaras dengan arah transformasi Danantara Indonesia. Semuanya berjalan sesuai target,” kata Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Dia bilang, BTN terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Di sisi lain, perseroan juga membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi, guna mendukung program prioritas sektor perumahan. Yakni, program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Pencapaian ini merupakan buah dari transformasi selama satu dekade yang konsisten kami lakukan. Kami optimistis, hingga akhir 2026 ini, kinerja BTN tetap on track. Atau melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini,” ujar Nixon.

Nixon menjelaskan, transformasi BTN yang dibangun secara bertahap selama lebih dari satu dekade, telah dimulai dari penguatan posisi sebagai housing specialist, dilanjutkan dengan transformasi operasional, hingga kini memasuki fase beyond mortgage. Guna membangun ekosistem layanan keuangan yang lebih terintegrasi bagi keluarga Indonesia.

Sejalan itu, kata dia, perseroan memperkuat fondasi tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan melalui digitalisasi proses, optimalisasi neraca, penguatan pengendalian risiko, serta implementasi AI Governance guna memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.

Hingga semester I-2026, BBTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi Rp418,11 triliun. Atau meningkat 11,2 persen (yoy), dari Rp376,11 triliun pada semester I-2025.

Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan sektor kredit perumahan sebesar 4,8 persen (yoy), dari Rp317,77 triliun menjadi Rp332,88 triliun.  Terjadi lonjakan kredit non-perumahan sebesar 46,1 persen (yoy), dari Rp58,34 triliun pada Juni 2025, menjadi Rp85,22 triliun di Juni 2026.

Khusus kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi, tetap menjadi mesin pendorong kredit yang utama, mengalami kenaikan 8,1 persen (yoy), dari Rp182,17 triliun menjadi Rp196,96 triliun per Juni 2026. 
Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang disalurkan BTN mencapai Rp4,1 triliun per Juni 2026, sejak dirilis di akhir Oktober 2025.

“Peningkatan kredit non-perumahan, mayoritas didukung perluasan penetrasi pada berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel,” imbuhnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang