Isu Liar Harga BBM Nonsubsidi Naik Besok, Begini Kata Pertamina

Iwan Medium.jpeg

Senin, 30 Maret 2026 – 20:02 WIB

Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar).

Pengendara motor antre BBM non subsidi jenis Pertamax di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (1/3/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Hari-hari ini, beredar informasi liar bahwa Pertamina bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi alias Pertamax Series. Dampak dari mahalnya harga minyak dunia ditambah lagi nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS nyungsep ke Rp17.000/dolar AS.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron buru-buru meluruskan isu tersebut. Ditegaskan, belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax, sehingga proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar Baron, dikutip dari Antara di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baron meminta masyarakat untuk mencari informasi harga BBM yang valid pada saluran resmi Pertamina, yakni www.pertamina.com. Dia pun mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak. “Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Baron.

Pernyataan tersebut menanggapi informasi yang menyebut harga BBM nonsubsidi bakal naik per 1 April 2026, yang gaduh di media sosial. (medsos)

Dalam informasi yang beredar, disebutkan harga jual BBM jenis Pertamax akan naik menjadi Rp17.850 per liter atau naik Rp5.550 per liter dari harga jual semula pada Maret 2026 yang senilai Rp12.300 per liter.

Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah dari Rp16.819 per 1 dolar AS menjadi Rp16.877 per 1 dolar AS.

Selain itu, dalam informasi yang beredar, kenaikan harga Pertamax (RON 92) juga dipengaruhi oleh lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 sebesar 62,44 persen atau 46,15 dolar AS per barel, dari 73,91 dolar AS per barel menjadi 120 dolar AS per barel; atau naik 62,99 persen (sekitar Rp4.925 per liter) dari Rp7.818 per liter menjadi Rp12.744 per liter.

Kenaikan harga jual juga diperkirakan akan terjadi untuk produk bensin lainnya, seperti Pertamax Green 95 (dari Rp12.900 per liter, naik menjadi Rp19.150 per liter), Pertamax Turbo (dari Rp13.100 per liter naik menjadi Rp19.450 per liter).

Selanjutnya, untuk BBM jenis solar, yakni Pertamina Dex juga diperkirakan akan mengalami kenaikan dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.950 per liter; serta Dexlite naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.650 per liter.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengupayakan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak naik di tengah krisis energi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang