Mark Zuckerberg tampaknya siap menelan ludah sendiri. Setelah tahun lalu lantang memproklamirkan bahwa “Open Source adalah Jalan Masa Depan”, Meta kini dilaporkan tengah bermanuver tajam menuju ekosistem tertutup lewat pengembangan model AI misterius bernama “Avocado”.
Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan indikasi kuat berakhirnya era “Robin Hood” Meta yang selama ini membagikan teknologi canggihnya secara gratis lewat seri Llama, demi mengejar ketertinggalan dari OpenAI dan Google dalam perebutan takhta superintelligence.
Avocado: Senjata Tertutup untuk 2026
Dilansir dari Engadget, Kamis (12/12), Avocado dijadwalkan meluncur pada 2026. Berbeda dengan pendahulunya, model ini digadang-gadang tidak akan bisa diakses bebas oleh publik (closed source).
Pengembangan Avocado dijalankan oleh unit elit kecil bernama “TBD” di dalam fasilitas AI Superintelligence Labs Meta. Unit ini dipimpin langsung oleh Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, sosok yang di kalangan industri dikenal lebih menyukai pendekatan model AI proprieter (tertutup) ketimbang terbuka.
Kehadiran Wang dan mandat barunya mempertegas sinyal yang telah lama dipancarkan Zuckerberg: bahwa demi keamanan dan kontrol atas Artificial General Intelligence (AGI), pintu keterbukaan mungkin harus ditutup.
Llama 4 “Behemoth” Tersandung Masalah
Pergeseran strategi ini tidak terjadi di ruang hampa. Laporan internal menyebutkan bahwa pengembangan Llama 4, yang diberi kode nama “Behemoth”, mengalami jalan terjal. Model yang diharapkan menjadi tulang punggung AI Meta ini mengalami penundaan berbulan-bulan.
Kabar yang beredar bahkan lebih suram: Alexandr Wang dan jajaran eksekutif sempat membahas opsi untuk membatalkan proyek Llama 4 sepenuhnya karena performa varian awalnya dinilai “kurang mengesankan” oleh para pengembang. Kegagalan Llama 4 memenuhi ekspektasi disinyalir menjadi katalis utama mengapa Meta kini melirik strategi tertutup ala OpenAI.
Rombak Tim dan Investasi Fantastis
Transisi menuju “Avocado” memakan korban. Meta dilaporkan melakukan pembersihan internal, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan pegawai di unit prestisius mereka, Fundamental Artificial Intelligence Research (FAIR). Divisi ini sebelumnya dikenal sebagai benteng idealisme open source di dalam tubuh Meta.
Sebagai gantinya, Meta menggelontorkan dana gila-gilaan. Perusahaan memproyeksikan investasi sekitar US$ 600 miliar (setara Rp9.000 triliun) dalam beberapa tahun ke depan. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan pusat data raksasa di Amerika Serikat dan perekrutan talenta baru yang sejalan dengan visi komersial tertutup perusahaan.
Antara Idealime dan Realitas Bisnis
Langkah ini adalah gambling besar bagi Zuckerberg. Tahun lalu, lewat memo berjudul “Open Source AI is the Path Forward”, ia berargumen bahwa model terbuka akan menang karena inovasi keroyokan komunitas.
Namun, realitas kompetisi berkata lain. Ketakutan akan tertinggal dari Google Gemini dan OpenAI GPT, ditambah risiko keamanan terkait superintelligence jika kode dibiarkan liar, memaksa Meta bersikap pragmatis.
Jika Avocado sukses, Meta akan memiliki kendali penuh atas monetisasi AI-nya, namun dengan harga kehilangan dukungan komunitas pengembang global yang selama ini membesarkan nama Llama.












