Pemulihan Telekomunikasi Aceh Terkendala Listrik, Menkomdigi: Baru 40 Persen BTS Beroperasi

Ibnu Medium.jpeg

Jumat, 12 Desember 2025 – 07:00 WIB

Menteri Komdigi Meutya Hafid. (Foto: Dok. Komdigi)

Menteri Komdigi Meutya Hafid. (Foto: Dok. Komdigi)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemulihan jaringan telekomunikasi pascabencana banjir di Provinsi Aceh masih menghadapi kendala serius. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan, ketersediaan pasokan listrik menjadi faktor penentu utama percepatan pemulihan jaringan di wilayah terdampak.

Saat ini, operasional Base Transceiver Station (BTS) di Aceh baru mencapai sekitar 40 persen. Menurut Meutya, angka tersebut berpotensi meningkat signifikan hingga 75 persen apabila pasokan listrik dapat kembali normal.

“Tadi saya bicara dengan Telkomsel dan operator lainnya, semuanya masih menunggu ketersediaan listrik. Jadi kita tidak bisa menargetkan kapan jaringan Aceh pulih sepenuhnya. Tapi kalau listrik tersedia, itu bisa naik ke 75 persen,” kata Meutya di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, secara fisik infrastruktur BTS di Aceh relatif aman. Tidak ada laporan kerusakan berat atau menara BTS yang roboh akibat banjir. Gangguan utama justru terjadi pada sisi transmisi, terutama akibat kerusakan kabel fiber optik yang terdampak banjir dan longsor.

“Dari sisi tower, tidak ada yang sampai roboh. Kerusakan tower dilaporkan nol atau hampir nol. Tinggal transmisi, ada gangguan-gangguan kabel,” ujarnya.

Meutya menambahkan, apabila persoalan listrik dan transmisi dapat ditangani secara paralel, maka konektivitas telekomunikasi di Aceh bisa dipulihkan secara bertahap hingga kembali normal. Karena itu, koordinasi dengan penyedia listrik dan operator telekomunikasi terus diperkuat.

Sementara itu, kondisi jaringan di wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera menunjukkan progres yang lebih baik. Meutya menyebut konektivitas di Sumatra Utara telah pulih hingga 98 persen, sedangkan Sumatra Barat bahkan mencapai 99 persen.

“Fokus kita sekarang ke Aceh. Untuk Sumut dan Sumbar, kami sudah bisa lebih tenang karena hampir seluruh jaringan sudah kembali normal,” ujarnya.

Sebagai langkah darurat, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) juga mengerahkan solusi berbasis satelit untuk membuka akses komunikasi di daerah-daerah yang masih terisolasi akibat banjir. Hingga Selasa (9/12), Kemkomdigi telah menyediakan 18 titik akses internet darurat menggunakan koneksi satelit Satria-1 serta mendistribusikan 88 perangkat Starlink.

Rinciannya, sebanyak 27 unit Starlink disalurkan ke Aceh, 27 unit ke Sumatra Utara, dan 34 unit ke Sumatra Barat. Perangkat tersebut diprioritaskan untuk posko pengungsian, fasilitas kesehatan, serta titik koordinasi penanganan bencana.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan, pemulihan akses telekomunikasi menjadi kebutuhan mendesak dalam situasi bencana. Tanpa jaringan komunikasi, pemerintah dan relawan akan kesulitan memantau kondisi warga di lokasi terdampak paling parah.

“Kita coba pulihkan akses telekomunikasi dulu. Tanpa telekomunikasi, kita tidak bisa mengetahui keadaan warga di titik-titik yang terdampak banjir paling parah,” kata Nezar.

Berdasarkan data Kemkomdigi hingga Rabu (10/12), sebanyak 2.287 BTS atau sekitar 66,99 persen dari total 3.414 BTS di Provinsi Aceh masih mengalami gangguan. Pemerintah menargetkan pemulihan bertahap dengan mengandalkan perbaikan transmisi, normalisasi listrik, serta dukungan internet satelit agar komunikasi warga dan layanan darurat tetap berjalan.

Topik
Komentar