Hubungan cinta tak selalu berkaitan dengan sesama manusia. Bagi sebagian orang, benda mati pun bisa menjadi wujud kecintaan yang begitu mendalam. Hal itu pula yang dirasakan salah satu personel grup lawak Warkop DKI, Indro Warkop atau Indrodjojo Kusumonegoro.
Bagi banyak orang, kendaraan hanyalah alat bantu mobilitas sehari-hari. Namun bagi Indro, motor tua bermerek Harley-Davidson bukan sekadar kuda besi. Motor legendaris asal Amerika Serikat itu menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.
Komedian senior tersebut sudah mengenal dunia otomotif sejak kecil. Kecintaannya lahir dari lingkungan keluarga yang juga akrab dengan kendaraan bermotor. Sang ayah menjadi sosok yang pertama kali memperkenalkannya pada dunia otomotif, hingga akhirnya tumbuh ketertarikan mendalam pada Harley-Davidson.
“Saya memulai mencintai otomotif semenjak saya kecil, karena saya kebetulan dilahirkan di keluarga yang mencintai otomotif,” ujar Indro di Jakarta, Minggu (3/5/2026):
Menurutnya, situasi otomotif pada era itu sangat berbeda dengan sekarang. Saat itu belum ada dealer resmi motor besar di Indonesia. Dealer motor besar baru hadir sekitar 1999, sementara sang ayah telah meninggal dunia 1968.
Menariknya, motor pertama Indro bukanlah Harley-Davidson. Ia justru memulai perjalanan otomotifnya dengan membeli motor Suzuki 750cc bekas seharga Rp2.000 pada medio 1971. Ya, anda tak salah dengar, namun nominal itu tergolong mahal pada masa itu.
“Jadi disesuaikan juga dengan kemampuan kita saat itu. Saya ingat sekali pertama beli motor itu Suzuki 750cc, harganya mahal banget waktu itu, yang bekas, dua ribu rupiah. Itu tahun 1971,” kenangnya.
Seiring waktu, saat memasuki masa remaja, Indro mulai memiliki penghasilan sendiri. Ia sempat membantu usaha katering milik sang ibu sebelum akhirnya aktif siaran radio dan bergabung dengan Warkop. Dari situlah, uang hasil jerih payahnya perlahan terkumpul untuk mewujudkan impian membeli Harley-Davidson pertamanya.
Saat duduk di bangku SMP hingga SMA, selera otomotif Indro mulai bergeser ke motor-motor Eropa klasik seperti BMW, Norton, hingga BSA. Motor-motor tersebut bahkan berusia lebih tua darinya.
Ketika mulai memiliki penghasilan tetap dari dunia hiburan, Indro akhirnya mampu membeli Harley-Davidson pertamanya seharga Rp150 ribu. Motor itu kemudian ia restorasi hingga layak digunakan.
“Saya bisa beli Harley. Harley tua, tapi mahal banget waktu itu, Rp150.000. Terus dibener-benerin, dan tahun 1976 saya masuk klub,” kata Indro.
Kecintaan Indro pada Harley-Davidson tak berhenti sebatas hobi. Ia bahkan menjadi salah satu pendiri klub motor besar terbesar di Indonesia, yakni Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI).
Obsesi Indro terhadap Harley-Davidson memuncak pada kehidupan personalnya. Maklum, ketiga anaknya diketahui memiliki unsur Harley-Davidson dalam nama masing-masing.
Anak pertamanya diberi nama Handhika Indrajanthy Putrie. Nama tersebut sengaja dipilih agar bisa disingkat menjadi “H.D.”, merujuk pada Harley-Davidson. Unsur “Indra” diambil dari nama Indro, sedangkan “Janthy” berasal dari nama sang istri.
“Handhika-nya tuh hanya kepengin disingkat aja. Saya selalu nulisnya H.D. Indrayanti Putrie. Indra itu nama saya, Janthy nama istri saya, Putrie karena perempuan,” jelasnya.
Pada anak kedua, Indro juga tetap menyelipkan unsur Harley lewat nama Satya Paramitha Hada Dwininta. Sementara anak ketiganya bahkan lebih eksplisit dengan nama Harleyano Triandro Kusumonegoro.
“Hada-nya juga dari Harley-Davidson. Anak ketiga mulai berani nih, Harleyano Triandro Kusumonegoro. Jadi semuanya ada unsur itu,” tutur Indro sambil tertawa.
Kecintaan unik tersebut bahkan sempat menjadi bahan candaan saat Indro bertemu Direktur Pemasaran Harley-Davidson saat itu, Steve Wasser. Dalam pertemuan itu, Indro dengan bangga mengatakan dirinya memiliki sesuatu yang bahkan tidak dimiliki Harley-Davidson sendiri.
Ia lalu memperkenalkan anak bungsunya yang bernama Harley. Momen itu sontak membuat sang petinggi Harley-Davidson tersebut tertawa.
“‘Ada satu Harley yang kalian enggak punya tapi saya punya,’ saya bilang. Terus dia enggak percaya. Akhirnya saya panggil anak saya, saya bilang, ‘Lihat ini, anak saya paling kecil namanya Harley.’ Dia langsung ngakak,” cerita Indro.













