Laga Persija vs Persib Terancam, Bung Ferry Minta Bangun Stadion Sendiri

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Senin, 4 Mei 2026 – 07:32 WIB

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjafrief. (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjafrief. (Foto: inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjafrief, kembali mendorong wacana pembangunan stadion mandiri bagi Macan Kemayoran. Dorongan ini muncul di tengah polemik venue yang kerap terjadi, terutama saat Persija menjamu rivalnya, Persib Bandung.

Persija saat ini menghadapi ketidakpastian lokasi untuk laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 kontra Persib pada 10 Mei mendatang. Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) terancam tidak bisa digunakan karena agenda perawatan rumput menjelang FIFA Matchday Timnas Indonesia pada Juni.

“Kami sudah beberapa kali mengalami situasi seperti ini setiap kali menjamu Persib. Selalu ada kendala,” ujar Ferry di Jakarta.

Stadion Sendiri Dinilai Solusi Jangka Panjang

Ferry menilai persoalan venue yang terus berulang menunjukkan pentingnya Persija memiliki stadion sendiri. Menurutnya, ketergantungan terhadap stadion milik pihak lain membuat klub rentan terhadap perubahan jadwal dan kebijakan eksternal.

Ia berharap Direktur Persija, Mohamad Prapanca, dapat merealisasikan rencana tersebut sebagai solusi jangka panjang.

“Solusi satu-satunya mungkin Persija harus punya stadion sendiri. Jadi tidak ada lagi kendala seperti ini,” katanya.

JIS Jadi Alternatif, Bali Ditolak

Sambil menunggu keputusan, Persija tetap berupaya mendapatkan izin penggunaan GBK melalui koordinasi dengan PSSI. Namun, sebagai langkah antisipasi, Panpel juga menyiapkan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai opsi cadangan.

Ferry menegaskan jika izin GBK tidak keluar, maka Persija akan menggunakan JIS yang sejak awal musim didaftarkan sebagai kandang resmi.

Ia juga membantah rumor pemindahan laga ke luar kota, termasuk ke Bali. Menurutnya, tim tidak ingin kehilangan keuntungan bermain di Jakarta, baik dari sisi atmosfer maupun dukungan suporter.

“Kalau tidak di GBK, ya di JIS. Tidak mungkin kami main di luar Jakarta,” tegasnya.

Menanti Keputusan Final

Keputusan final terkait venue laga Persija vs Persib dijadwalkan keluar setelah proses komunikasi intensif antara manajemen Persija dan PSSI. Laga ini menjadi salah satu pertandingan krusial dalam perebutan posisi di papan atas klasemen.

Situasi ini kembali menegaskan persoalan klasik yang dihadapi klub-klub Indonesia terkait infrastruktur. Tanpa stadion sendiri, klub besar seperti Persija masih harus bergantung pada kebijakan pihak lain, terutama untuk laga-laga berisiko tinggi seperti duel klasik kontra Persib.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang