Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta berbicara pada acara Pelepasan Tim Kemanusiaan untuk Palestina dan Dai Melintas Batas oleh Yayasan Dompet Dhuafa di Jakarta, Kamis (27/2/2025). (Foto: Antara/Cindy Frishanti)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta menyoroti klaim Israel atas Somaliland. Menurut dia, pemerintah Indonesia dengan tegas menolak pengakuan tersebut dan menegaskan bahwa Somaliland dan Somalia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Pernyataan itu disampaikan Anis Matta dalam rangkaian pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jeddah, Arab Saudi, sebagaimana dikutip Minggu (11/1/2026).
“Somaliland merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Somalia dan tidak dapat diakui sebagai entitas terpisah dalam keadaan apa pun,” kata Anis Matta.
Anis Matta menjelaskan bahwa Indonesia secara tegas dan konsisten mendukung persatuan serta kedaulatan Republik Federal Somalia. Pemerintah juga menolak secara mutlak segala upaya yang dapat merusak keutuhan wilayah negara tersebut.
Selain itu, ia menegaskan penolakan Indonesia terhadap pengakuan Israel atas Somaliland. Menurutnya, klaim tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Serta mencederai kedaulatan dan keutuhan wilayah negara-negara berdaulat, dan berpotensi mengancam stabilitas kawasan,” ujarnya.
Anis Matta menuturkan bahwa penolakan terhadap pengakuan tersebut menjadi bagian dari keputusan dan pembahasan di Organisasi Kerja Sama Islam. Indonesia juga menyerukan sikap kolektif yang solid dari negara-negara anggota OKI untuk mendukung Somalia serta menjaga stabilitas dan keutuhan wilayahnya.
“Indonesia kembali menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan prinsip nonintervensi, serta menegaskan bahwa persatuan Somalia merupakan prinsip yang tidak dapat ditawar, sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap hukum internasional dan sikap resmi Organisasi Kerja Sama Islam,” tuturnya.
Diketahui, manuver Israel yang secara mengejutkan mengakui kemerdekaan Somaliland memicu gejolak diplomatik internasional. Uni Afrika, Turki, hingga Mesir kompak mengecam langkah Tel Aviv yang dinilai mengganggu kedaulatan Republik Federal Somalia.
Ketua Komisi Uni Afrika Mahamoud Ali Youssouf menegaskan bahwa perbatasan negara-negara Afrika merupakan hal yang sakral dan harus dihormati. Ia menilai pengakuan terhadap wilayah separatis seperti Somaliland dapat menjadi preseden berbahaya bagi stabilitas kawasan.
“Setiap upaya merusak persatuan dan integritas teritorial Somalia berisiko menciptakan dampak luas bagi perdamaian benua. Somaliland tetap menjadi bagian integral dari Republik Federal Somalia,” tegas Youssouf dalam pernyataan resminya yang dikutip dari AFP, Sabtu (27/12/2025).










