Kurs rupiah berhasil menguat tipis di penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (20/12/2024). Mata uang Garuda ditutup di level Rp16.190 per dolar AS . (Foto: Antara/Rivam Awal Lingga)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (US$) dibuka melemah saat perdagangan Kamis (9/7/2026). Seratus delapan puluh derajat dengan sejumlah mata uang di Asia.
Berdasarkan data RTI, kurs rupiah terhadap dolar AS semakin loyo ke Rp18.066/US$. Atau melemah 0,37 persen ketimbang penutupan kemarin Rp18.014/US$.
Nasib sama juga mendera baht Thailand yang turun 0,03 persen; dolar Taiwan ambruk 0,05 persen. Tapi beda nasib dengan yuan China yang melompat 0,14 persen; yen Jepang naik 0,10 persen; won Korea naik 0,35 persen; serta dolar Singapura menguat tipis 0,07 persen.
Menurut analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, tekanan terhadap rupiah meningkat setelah hasil survei menunjukkan penurunan yang cukup signifikan pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia sepanjang Juni.
Sehingga melahirkan kekhawatiran nan serius terkait konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi nasional. Jika daya beli melemah maka ekonomi bakalan tumbuh kontet.
Ditambah sentimen negatif dari lantai bursa terkait isu S&P Dow Jones Indices memasukkan Indonesia ke dalam daftar pemantauan (watchlist). Informasi tersebut berpotensi menurunkan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia, dari Emerging Market ke Frontier Market.
Meskipun belum ada keputusan final, kabar tersebut dinilai menambah kehati-hatian investor asing terhadap aset-aset Indonesia, termasuk rupiah. “Berita potensi downgrade itu, menekan rupiah,” kata Lukman.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











