Heboh Grup ‘Add People As Much As You Can’, Polisi Telusuri Dugaan Konten LGBT

Grup percakapan daring bernama Add People as Much as You Can menjadi sorotan setelah beredar informasi mengenai adanya percakapan dan konten terkait LGBT di dalam grup tersebut. Grup itu juga disebut diikuti sejumlah pelajar di Jakarta.

Informasi tersebut mencuat melalui sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video itu, seorang pria mengaku mendapat informasi bahwa anak dari rekannya dimasukkan ke dalam grup tersebut.

Ia juga menyebut sejumlah siswa dari salah satu sekolah ternama di Jakarta berada di dalam grup.

“Jadi ada grup namanya add people as much as you can. Nah itu nyambung-nyambung tuh, ujung-ujungnya ada beberapa anak A (nama sekolah di Jakarta) di dalam situ,” kata pria tersebut dalam video yang beredar.

Menurut dia, percakapan di dalam grup awalnya disebut berisi pertukaran stiker. Namun, pembahasannya kemudian berkembang ke isu LGBT.

Mostly percakapannya ini tentang ada sedikit kirim-kiriman stiker, habis itu ada pembahasan tentang LGBT termasuk juga ada voting pertanyaan Are you gay, lesbian, straight or others? Intinya seperti itu,” ujarnya.

Informasi mengenai grup tersebut kini tengah ditelusuri Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami asal-usul grup, pihak yang membuat atau mengelolanya, serta bagaimana sejumlah pelajar disebut dapat bergabung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto mengatakan penyelidikan dilakukan oleh Direktorat Reserse Siber bersama Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO).

“Direktorat Reserse Siber dan Direktorat Reserse PPA-PPO Polda Metro Jaya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut,” kata Bhudi kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).

Selain menyelidiki informasi yang beredar, Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah sebagai langkah pencegahan. Polisi juga akan memberikan edukasi kepada para siswa mengenai penggunaan media sosial secara aman dan bertanggung jawab.

“Sebagai langkah pencegahan, Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya penyebaran konten pornografi, pergaulan berisiko, dan penggunaan media sosial secara aman serta bertanggung jawab,” jelas Bhudi.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta di balik informasi yang beredar. Penyidik perlu mengurai asal-usul grup, pihak yang membuat atau mengelolanya, pola penambahan anggota, serta jenis konten yang sebenarnya terdapat di dalam grup tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang menyatakan seluruh anggota grup tersebut terlibat dalam aktivitas melanggar hukum. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan fakta serta ada atau tidaknya unsur pidana dalam aktivitas grup tersebut.