Harga Bahan Pokok Stabil Kecuali Migor, Pedagang Pasar Usulkan Intervensi Pemerintah

Clara Medium.jpeg

Kamis, 30 April 2026 – 20:36 WIB

Harga Minyak Goreng di Malang Jauh di Atas HET

Minyak goreng curah

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional relatif stabil. Namun, harga minyak goreng (migor) masih belum menunjukkan penurunan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Reynaldi Sarijowan, menyebut harga migor bahkan telah melampaui harga eceran tertinggi (HET).

“Perlu intervensi pemerintah,” kata Reynaldi di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, mayoritas komoditas pangan masih stabil karena permintaan belum meningkat signifikan. Harga beras, misalnya, masih bergerak di sekitar HET.

Sementara itu, sejumlah komoditas hortikultura justru mengalami penurunan harga, khususnya di wilayah Jabodetabek. Harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp71.000–Rp72.000 per kilogram (kg), sedangkan cabai merah besar sekitar Rp59.000/kg.

Untuk bawang merah dijual sekitar Rp51.000/kg dan bawang putih Rp42.000/kg. Di sisi protein, harga ayam turun ke kisaran Rp42.000 per ekor, sementara telur stabil di Rp29.000/kg. Adapun daging sapi masih relatif tinggi, yakni Rp142.000–Rp143.000/kg.

“Namun harga masih wajar karena permintaan belum memasuki fase puncak menjelang hari besar keagamaan. Permintaan masih normal, belum berlipat seperti mendekati Iduladha,” ujarnya.

Harga migor subsidi, yakni Minyakita, menjadi anomali di tengah stabilitas komoditas lain. Sementara itu, harga migor curah berada di kisaran Rp22.000–Rp22.500 per liter, masih jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah.

“Minyakita ini masih relatif tinggi dan belum mendekati HET, sehingga perlu solusi alternatif,” kata Reynaldi.

Ia menilai, tingginya harga migor dipengaruhi biaya produksi, terutama kemasan plastik yang bahan bakunya masih bergantung pada impor. Kondisi ini turut menekan harga di tingkat konsumen.

Di sisi lain, perilaku belanja masyarakat dinilai masih konservatif. Konsumen cenderung membeli dalam jumlah terbatas sesuai kebutuhan harian, sehingga tekanan permintaan belum signifikan.

Meski kondisi pasar relatif terkendali, Ikappi mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang puncak permintaan Iduladha.

Distribusi pasokan, khususnya minyak goreng, perlu diperkuat di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Minyakita perlu disuplai secara masif di titik-titik rawan,” ujarnya.

Selanjutnya, Ikappi menyatakan siap mendukung distribusi pemerintah guna memastikan pasokan merata di pasar tradisional seluruh Indonesia, demi menjaga stabilitas harga menjelang periode permintaan tinggi.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang