Guendouzi Cetak Gol 28 Menit di Laga Debut Fenerbahce vs Galatasaray Usai Transfer dari Lazio

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 11 Januari 2026 – 07:09 WIB

Guendouzi mencetak gol pada debutnya bersama Fenerbahce, 2 hari setelah meninggalkan Lazio. (Foto: AP)

Guendouzi mencetak gol pada debutnya bersama Fenerbahce, 2 hari setelah meninggalkan Lazio. (Foto: AP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Matteo Guendouzi langsung mencuri perhatian pada laga debutnya bersama Fenerbahce. Gelandang tim nasional Prancis itu mencetak gol hanya dua hari setelah resmi meninggalkan Lazio, sekaligus mengantar Fenerbahce unggul dalam laga derby panas melawan Galatasaray.

Guendouzi menyelesaikan proses transfer dari Lazio ke Fenerbahce pada Kamis, (8/1). Klub Turki tersebut menebus sang pemain dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 28 juta euro, ditambah bonus performa sebesar 2 juta euro. Tanpa masa adaptasi panjang, Guendouzi langsung diturunkan sebagai starter dalam laga besar bertajuk Derby Istanbul.

Keputusan pelatih Fenerbahce terbukti tepat. Pada menit ke-28, Guendouzi mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari bola liar di tepi kotak penalti, ia melepaskan tembakan kaki kanan mendatar ke sudut bawah gawang Galatasaray. Gol tersebut membuka keunggulan Fenerbahce dan langsung memantik atmosfer panas di stadion.

Gol ini terasa spesial karena Guendouzi bukan tipikal gelandang produktif. Selama membela Lazio, ia hanya mencetak enam gol dari 111 penampilan di semua kompetisi. Sebelumnya, saat berseragam Olympique Marseille, ia membukukan 10 gol dari 103 laga. Fakta itu membuat gol debut bersama Fenerbahce semakin disorot, terlebih terjadi dalam laga derby.

Selebrasi Guendouzi juga tak luput dari perhatian. Ia merayakan golnya dengan gestur “Cold Palmer”, selebrasi khas yang dipopulerkan gelandang Chelsea, Cole Palmer. Gestur tersebut dengan cepat viral di media sosial dan menjadi perbincangan di kalangan suporter Fenerbahce.

Kepindahan Guendouzi menandai babak baru dalam kariernya setelah periode cukup stabil bersama Lazio. 

Di klub ibu kota Italia itu, Guendouzi dikenal sebagai gelandang pekerja keras dengan intensitas tinggi, agresif dalam duel, dan kuat dalam menjaga tempo permainan. Kehadirannya di Fenerbahce diharapkan menambah dimensi baru di lini tengah, terutama dalam laga-laga besar yang menuntut mental dan konsistensi.

Bagi Fenerbahce, gol cepat Guendouzi menjadi sinyal positif dari investasi besar yang mereka lakukan. Klub raksasa Turki itu tengah berambisi memperkuat posisi di liga domestik sekaligus tampil lebih kompetitif di level Eropa. Debut manis Guendouzi memberi indikasi awal bahwa proses adaptasi berjalan mulus.

Sementara itu, bagi Lazio, kepergian Guendouzi meninggalkan lubang penting di lini tengah. Namun dari sudut pandang sang pemain, debut impresif ini menegaskan keputusannya pindah ke Istanbul sebagai langkah karier yang strategis. Dalam derby sekelas Fenerbahce kontra Galatasaray, Guendouzi langsung membuktikan bahwa ia bukan sekadar rekrutan mahal, tetapi juga pembeda di momen krusial.