GOTO Pastikan tak Ada Kenaikan Tarif GoRide Pasca-Potongan Komisi Ojol 8 Persen

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Selasa, 19 Mei 2026 – 20:48 WIB

Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, di Kantor GOTO, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).(Foto: inilah.com/Harris Muda)

Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, di Kantor GOTO, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).(Foto: inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan tidak ada kenaikan tarif bagi pelanggan pengguna layanan ojek roda dua (GoRide) Reguler menyusul adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 terkait potongan pendapatan mitra pengemudi.

Regulasi ini memangkas potongan pendapatan yang diambil perusahaan aplikator yakni Gojek dari pengemudi ojek online (ojol) menjadi maksimal delapan persen, dari sebelumnya sebesar 20 persen

“Saat ini, ada dua layanan GoRide. Pengguna terbanyak saat ini ada di layanan GoRide Reguler. Untuk itu, kami akan mengatur agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk layanan GoRide Reguler,” kata Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, di Kantor GOTO, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

“Dengan begini, kami berharap jumlah order dari konsumen akan tetap terjaga dan berkelanjutan, dan pendapatan total bagi mitra pengemudi juga bisa lebih baik,” ujarnya lagi.

Hans menyadari, perubahan komisi tersebut memang memberikan pengaruh yang cukup besar bagi korporasi, terutama terhadap kantong pendapatan Gojek dari layanan GoRide. Namun, Hans meyakini aturan baru ini merupakan langkah tepat untuk investasi jangka panjang.

“Ini adalah perubahan yang cukup besar untuk kami. Pendapatan Gojek dari layanan GoRide, yang selama ini banyak dikenal dengan nama Gojek, akan mengalami penurunan,” jelasnya.

“Namun, kami melakukannya dengan penuh keyakinan bahwa ini adalah hal yang benar, dan sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih baik untuk semua pihak,” ujarnya lagi.

Di sisi lain, Gojek kata Hans memastikan kebijakan ini tidak akan mengorbankan kenyamanan konsumen.

“Pada saat yang sama, kami juga hadir untuk puluhan juta pengguna layanan Gojek. Kami sadar atas tanggung jawab kami sebagai platform transportasi yang digunakan oleh masyarakat setiap hari. Dan juga betapa pentingnya harga tarif untuk konsumen,” tutur Hans.

Sebagai bagian dari penyesuaian menyeluruh, Gojek akan menghentikan ‘program langganan GoRide Hemat’ untuk mitra pengemudi.

Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Ke depannya, GoRide Hemat kata Hans juga akan mengikuti sistem bagi hasil delapan persen seperti GoRide Reguler.

Oleh sebab itu, akan ada penyesuaian harga konsumen yang moderat pada GoRide Hemat, dan di saat yang sama Gojek memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang