Geopolitik dan Perubahan Iklim Bergejolak, Menteri Trenggono Jamin Stok Protein Ikan Aman

Diana Medium.jpeg

Selasa, 7 April 2026 – 22:28 WIB

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: Antara).

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, memastikan ketersediaan protein perikanan nasional tetap aman di tengah gejolak geopolitik global dan perubahan iklim yang memengaruhi sektor pangan dunia.

“Menghadapi dampak dinamika geopolitik dan fenomena iklim yang terjadi, KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) tetap berkomitmen penuh untuk memastikan kebutuhan dan ketersediaan protein hewani masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik,” kata Menteri Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan protein hewani dari sektor perikanan di tengah dinamika geopolitik global dan perubahan iklim. Sektor kelautan dan perikanan dinilai tetap menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.

Berdasarkan analisis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), produksi ikan nasional periode April hingga Desember 2026 diproyeksikan mencapai 10,57 juta ton.

“Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton,” ujar Menteri Trenggono.

Ia menuturkan KKP akan terus memantau perkembangan komoditas perikanan utama secara ketat, terutama di delapan kota besar yang menjadi pusat kebutuhan konsumsi masyarakat. Meski begitu, ia tidak merinci delapan daerah tersebut.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan ikan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar, sehingga kebutuhan protein hewani masyarakat dapat terpenuhi secara merata di berbagai wilayah.

“Berdasarkan hasil pemantauan, kami dapat melaporkan status ketersediaan ikan berada pada kategori aman hingga Juni 2026,” tuturnya.

Ia menambahkan, upaya penguatan ketahanan pangan sektor kelautan dan perikanan memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Untuk itu, KKP mengharapkan sinergi dan masukan dari Komisi IV DPR RI guna memperkuat kebijakan dan program yang mendukung peningkatan produksi serta distribusi perikanan nasional.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang