⁠Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat Jatim 2

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 7 April 2026 – 22:24 WIB

Mendapat kepercayaan menggarap proyek Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, PT Brantas Abipraya (Persero) memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target, kualitas pelaksanaan terjaga, serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilakukan secara optimal.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Brantas Abipraya (Persero), Agung Fajarwanto, saat melakukan management walkthrough ke proyek Sekolah Rakyat Jatim 2, dikutip Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini, kata Agung, merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan berkualitas, sekaligus mendukung agenda prioritas pemerintah sesuai visi pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Proyek Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul Indonesia. Kami berkomitmen mengebut penyelesaian proyek ini, tentunya dengan mengutamakan kualitas terbaik serta tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja,” ujar Agung.

Dalam kunjungan tersebut, Agung menegaskan percepatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia sebagai salah satu instrumen strategis pengentasan kemiskinan ekstrem. “Hal ini seirama dengan Asta Cita, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat pembangunan dari daerah,” kata Agung.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan instruksi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, bahwa program Sekolah Rakyat diharapkan efektif dalam mewujudkan kemiskinan nol persen, karena upaya paling efektif dan efisien untuk mengurangi kemiskinan adalah melalui pendidikan.

Agung menjelaskan Brantas Abipraya terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Ketujuh titik tersebut merupakan bagian dari target nasional sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat yang dibangun secara bertahap dengan jenjang SD, SMP, SMA, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi.

“Peran Brantas Abipraya bukan hanya membangun fisik gedung, tetapi juga memastikan infrastruktur dasar, aksesibilitas, dan kualitas konstruksi mendukung keberlanjutan operasional sekolah dalam jangka panjang. Dalam pembangunannya, kami menerapkan standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan kerja dalam setiap tahapan pembangunan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 di lahan seluas 58.100 meter persegi mulai dikerjakan pada Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang modern dan inklusif.

Adapun fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama pelajar, hunian vertikal bagi guru, gedung serbaguna, kantin, dapur, lapangan mini soccer, lapangan upacara, serta bangunan utilitas MEP. Seluruh bangunan dirancang dua lantai guna mengoptimalkan fungsi ruang serta efisiensi lahan.