Ilustrasi hacker sedang mencoba menyusup ke sistem keamanan (Foto: Freepik)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Di ranah maya beredar kabar bahwa server internal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), diretas seseorang. Data sebesar 9,2 Giga Byte (GB) berisi dokumen rahasia, bocor ke forum gelap alias dark web.
Dikutip dari akun Instagram @merdekasiber, Sabtu (10/1/2026), berhasil mewawancarai secara eksklusif si peretas.
Terungkap fakta mengejutkan, penyusupan ini terjadi hanya karena pihak Kementerian KESDM, ngotot menggunakan kata sanksi (password) dan nama pengguna (username) lama, yang bocor ke publik, beberapa waktu lalu.
Sudah tahu krusial, tim IT Kementerian ESDM malah tidak merubahnya. “Ini adalah data asli. Saya masuk ke server menggunakan password dan username yang sudah lama terekspos publik, tapi tidak ada perubahan,” ungkap peretas.
Ia menambahkan, dalam tumpukan data tersebut, terdapat banyak informasi sensitif jika dieksplorasi satu per satu. Kebocoran masif ini mencakup rentang waktu yang sangat panjang, dari tahun 2012 hingga data terbaru, yakni awal 2026.
Di dalam ribuan berkas yang bocor, ditemukan dokumen sensitif seperti laporan uji coba transaksi LPG 3 Kg melalui MyPertamina, basis data perusahaan lengkap dengan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), dokumen rencana kerja (WBS), hingga rekaman pertemuan internal melalui Zoom.
Peretas mengakui, pengembang sistem akhirnya mulai mengganti kata sandi akses utama. Namun, dia mengeklaim masih memiliki akses ke akun pemerintah ESDM lainnya.
Sengaja dibagikan sampel data secara gratis ke dark web, dengan harapan agar pemerintah sadar dan melihat langsung, betapa rapuhnya pertahanan digital mereka.
Asal tahu saja, dark web adalah bagian tersembunyi dari internet yang tidak terindeks mesin pencari seperti Google. Untuk bisa mengakesnya perlu perangkat lunak khusus, seperti peramban Tor.
Insiden ini, menjadi alarm keras bagi kedaulatan digital Indonesia. Lemahnya pengamanan administratif terbukti berdampak fatal terhadap keamanan data strategis nasional.
“Publik kini menunggu respons resmi dari kementerian terkait, sementara ribuan dokumen penting negara tersebut sudah terlanjur beredar luas secara bebas,” tulis @merdekasiber.














