Allegri puas AC Milan kalahkan Inter 1-0, tetapi memperingatkan timnya bahwa penurunan intensitas membuat mereka rentan kehilangan poin.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Bencana kegagalan menembus Liga Champions musim depan langsung memicu gempa bumi di internal AC Milan. Manajemen I Rossoneri secara resmi mengumumkan pemecatan massal yang menyasar pelatih kepala Massimiliano Allegri, CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada, pada Senin (25/5).
Keputusan radikal ini diambil langsung oleh pemilik klub dari RedBird Capital, Gerry Cardinale, yang langsung melakukan “cuci gudang” usai Milan menelan kekalahan tragis 1-2 dari Cagliari di laga pamungkas Serie A. Kekalahan tersebut membuat Milan terlempar dari zona empat besar, disalip oleh Como 1907.
Pernyataan Brutal Manajemen: “Kegagalan yang Tak Terbantahkan”
Dalam rilis resminya, pihak klub tidak menutupi kekecewaan mereka terhadap performa tim yang sempat bertengger di dua besar klasemen hampir sepanjang musim ini, namun hancur lebur di pekan-pekan krusial.
“Setelah kekecewaan tahun lalu, mandat yang ditetapkan kepemilikan untuk klub adalah kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk terus menang di puncak Serie A,” tulis pernyataan resmi AC Milan.
“Rentetan pertandingan terakhir benar-benar tidak konsisten dengan performa sebelumnya, di mana kekalahan mengecewakan tadi malam di laga pamungkas telah mengubah musim ini menjadi sebuah kegagalan yang tak terbantahkan.”
Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan konfirmasi restrukturisasi total. “Kini saatnya untuk melakukan perubahan dan reorganisasi menyeluruh pada operasi sepak bola. Berlaku segera, kami berpisah dengan CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, Pelatih Kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada. Pengumuman lebih lanjut mengenai penunjukan berikutnya akan dilakukan pada waktunya.”
Era Singkat Allegri dan Akhir Peran Furlani
Pemecatan ini menandai akhir yang sangat prematur bagi Allegri dan Tare di San Siro. Keduanya baru didatangkan pada bursa transfer musim panas lalu dan harus angkat koper hanya dalam kurun waktu 12 bulan. Musim ini, Allegri memimpin Milan dalam 42 pertandingan kompetitif dengan rekor 22 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 10 kekalahan.
Sementara itu, kepergian Giorgio Furlani juga menandai pergeseran era finansial di tubuh klub. Furlani telah menjadi bagian dari dewan direksi sejak 2019 dan menjabat sebagai CEO pada 2022 sebagai perwakilan dari mantan pemilik klub, Elliott Management. Kini, setelah Cardinale membiayai kembali pinjaman dari Elliott, layanan Furlani dianggap tidak lagi diperlukan.
Di sisi lain, Geoffrey Moncada yang telah mengabdi sebagai kepala pemandu bakat (chief scout) sejak 2018 sebelum dipromosikan menjadi direktur teknik pada 2023, juga tak luput dari operasi perombakan ini.
Tugas Berat Zlatan Ibrahimovic
Dengan dilakukannya perombakan besar-besaran ini, Gerry Cardinale kini hanya mempertahankan Zlatan Ibrahimovic yang menjabat sebagai penasihat khusus klub.
Legenda asal Swedia tersebut kini akan bahu-membahu bersama Cardinale untuk memilih struktur baru yang sepenuhnya segar bagi I Rossoneri, mulai dari mencari pelatih kepala, direktur olahraga, hingga CEO baru yang akan ditugaskan mengembalikan muruah AC Milan pada musim 2026/2027 mendatang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









