Pemain naturalisasi timnas Malaysia. (Foto: X/@FAM_malaysia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tujuh pemain naturalisasi Tim Nasional Malaysia akhirnya mendapatkan “nyawa kedua”. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi menangguhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan terhadap para pemain tersebut, menyusul putusan sela yang dikeluarkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS).
Kabar ini menjadi angin segar bagi skuad Harimau Malaya di tengah badai sanksi yang menerpa sejak tahun lalu. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengonfirmasi perkembangan ini melalui unggahan surat resmi FIFA di laman mereka pada Selasa (27/1) malam.
Dalam surat tertanggal 26 Januari 2026 tersebut, FIFA menyatakan kepatuhannya terhadap proses hukum yang sedang berjalan di tingkat arbitrase.
“Dalam konteks ini, kami menerima putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) hari ini, 26 Januari 2026, dalam proses banding yang dengannya sanksi tersebut telah ditangguhkan sementara,” bunyi pernyataan resmi FIFA.
FIFA menegaskan bahwa dengan adanya keputusan sela ini, hukuman skorsing aktivitas sepak bola yang sebelumnya menjerat ketujuh pemain dinyatakan tidak berlaku untuk sementara waktu.
“Oleh karena itu, kami ingin memberitahukan kepada para pihak bahwa penangguhan sementara tersebut telah dilaksanakan oleh FIFA, dan sanksi selama 12 bulan telah dicabut sementara,” tambah FIFA.
Kembali Merumput Menanti Putusan Final
FAM menyambut baik keputusan ini. Dalam keterangan resminya, otoritas sepak bola Malaysia itu memastikan bahwa Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel kini memiliki legalitas untuk kembali ke lapangan hijau.
“Mereka diizinkan untuk melanjutkan karier mereka dan terlibat dalam aktivitas terkait sepak bola apa pun sampai keputusan akhir atas banding di CAS ditetapkan,” tegas FAM.
Jejak Kasus: Denda Miliaran hingga Pembatalan Hasil Laga
Keputusan CAS ini merupakan babak baru dari skandal yang meletus pada September 2025. Kala itu, FIFA menjatuhkan hukuman berat berupa larangan beraktivitas selama satu tahun bagi tujuh pemain naturalisasi tersebut karena dugaan pemalsuan identitas dan dokumen.
Dampak dari pelanggaran administrasi tersebut sangat masif bagi sepak bola Malaysia:
- Denda Finansial: FAM dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,3 miliar.
- Pembatalan Hasil Pertandingan: FIFA membatalkan hasil tiga laga internasional Malaysia. Harimau Malaya dinyatakan kalah walkover (WO) 0-3 dari Singapura, Palestina, dan Tanjung Verde.
- Ancaman Kualifikasi: Malaysia masih menghadapi bayang-bayang pembatalan kemenangan atas Nepal dan Vietnam di ajang Kualifikasi Piala Asia 2027 karena menurunkan pemain yang dianggap tidak sah (ineligible) tersebut.
Meski status hukum final masih menggantung di meja CAS, penangguhan eksekusi ini memberikan waktu bagi FAM untuk bernapas dan bagi para pemain untuk kembali menjaga kebugaran kompetitif mereka.













