Fadly Alberto Datangi Markas Dewa United, Kasus Tendangan Kungfu Berakhir Damai

Ivan Medium.jpeg

Rabu, 22 April 2026 – 21:00 WIB

Fadly Alberto dengan aksi kungfu (foto:Instagram @smgfootball)

Fadly Alberto dengan aksi kungfu (foto:Instagram @smgfootball)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Insiden panas yang sempat mewarnai kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 akhirnya berujung sejuk. Drama “tendangan kungfu” yang melibatkan dua talenta muda, Fadly Alberto Hengga dari Bhayangkara FC dan Raka Nurholis dari Dewa United, resmi diselesaikan melalui jalur kekeluargaan.

Bertempat di Dewa United Arena, Banten, pada Rabu (22/4/2026), manajemen kedua klub duduk bersama untuk menurunkan tensi pasca-pertandingan di Stadion Citarum, Minggu lalu. Tak ada dendam, yang ada hanyalah komitmen untuk saling mengevaluasi diri.

Jiwa Muda

Direktur Bhayangkara Akademi, Agus Rumekso Carel, tidak mencari alasan atas tindakan pemainnya. Dengan jantan, ia mengakui bahwa insiden tersebut adalah murni luapan emosi jiwa muda yang belum stabil di atas lapangan.

“Kami atas nama Bhayangkara FC sudah meminta maaf kepada Dewa United dan para pemain. Tidak ada niatan sedikit pun untuk mencederai sportivitas,” ujar Agus. Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi catatan penting dalam pembinaan mental pemain akademi mereka.

Raka Nurholis Maafkan Fadly

Pusat perhatian dalam mediasi ini tentu tertuju pada Raka Nurholis. Meski menjadi korban dan saat ini masih harus menjalani masa pemulihan medis, Raka menunjukkan kedewasaan yang melampaui usianya.

Tanpa keraguan, ia menerima permintaan maaf Fadly Alberto. “Saya memaafkan Alberto. Mungkin saat kejadian emosinya sedang tidak terkontrol, saya memakluminya,” ucap Raka tenang. Baginya, keselamatan dan masa depan sesama pemain muda jauh lebih penting daripada memelihara amarah.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi dunia sepak bola usia dini di Indonesia. Bahwa di atas kemenangan, ada keselamatan lawan yang harus dijaga. Kesepakatan damai ini diharapkan tidak hanya mengakhiri polemik, tetapi juga menjadi “hikmah” bagi seluruh pemain muda yang berlaga di EPA agar lebih bijak dalam mengendalikan adrenalin.

Kini, fokus Raka adalah sembuh total dan kembali merumput, sementara Alberto mendapatkan pelajaran berharga tentang arti disiplin dan respek di lapangan hijau.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang