Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Purbaya: Konsumsi dan Daya Beli Menguat Signifikan

Iwan Medium.jpeg

Kamis, 14 Mei 2026 – 23:09 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia/aa).

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia/aa).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga.

“Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,” kata Purbaya di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Bendahara negara itu menjelaskan, pemahaman terhadap struktur pertumbuhan ekonomi perlu dilihat dari kontribusi masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Purbaya.

Konsumsi rumah tangga tercatat menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi 2,94 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja konsumsi rumah tangga terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur nasional dan hari besar keagamaan, seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Selain itu, berbagai kebijakan pengendalian inflasi serta stimulus pemerintah turut mendorong konsumsi, antara lain diskon tiket transportasi, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen.

Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi berkontribusi 1,79 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Kontribusi ini ditopang oleh investasi pemerintah, termasuk pembangunan proyek prioritas nasional, serta investasi swasta.

Di sisi lain, belanja pemerintah menyumbang 1,26 persen terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I dengan pertumbuhan sebesar 21,81 persen.

Menkeu menyampaikan, pertumbuhan belanja pemerintah pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan realisasi anggaran agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.

Menurutnya, pola belanja pemerintah yang sebelumnya cenderung terkonsentrasi di akhir tahun kini diarahkan agar dapat direalisasikan lebih awal untuk mendukung aktivitas ekonomi secara lebih optimal.

Pemerintah juga terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya beli masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan antara lain melalui percepatan realisasi belanja kementerian/lembaga serta pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang