Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menjawab pertanyaan awak media usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (Foto: Antara/Harianto)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
PT Pupuk Indonesia (Persero) tancap gas mendukung program ketahanan energi nasional. Perusahaan plat merah ini berencana membangun dua pabrik metanol baru yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh, dan Bontang, Kalimantan Timur.
Langkah strategis ini diambil guna menyokong implementasi biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 mendatang. Metanol merupakan komponen krusial dalam proses konversi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) menjadi bahan bakar nabati (biofuel).
“Dua pabrik metanol ini dibangun supaya kita bisa mengonversi CPO menjadi biofuel,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Tekan Ketergantungan Impor
Selain urusan energi hijau, pembangunan fasilitas ini bertujuan utama untuk mengerem laju impor metanol yang kian membengkak. Saat ini, Indonesia masih mengandalkan pasokan luar negeri sebesar 1,5 juta ton per tahun.
Tanpa adanya tambahan fasilitas produksi di dalam negeri, angka impor tersebut diprediksi bakal melonjak hingga 2,5 juta ton. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk menjaga kedaulatan industri kimia nasional.
“Tanpa pembangunan pabrik ini, ketergantungan impor kita akan meningkat tajam menjadi 2,5 juta ton,” tegas Rahmad.
Infrastruktur dan Pasokan Gas
Pemilihan Lhokseumawe dan Bontang sebagai lokasi proyek bukan tanpa alasan. Kedua wilayah tersebut dinilai paling siap karena telah memiliki kawasan industri yang mapan serta akses pelabuhan yang memadai untuk distribusi.
Rahmad mengonfirmasi bahwa studi kelayakan (feasibility study) untuk kedua proyek tersebut telah rampung. Terkait pasokan bahan baku, Pupuk Indonesia telah mengamankan komitmen gas untuk pabrik di Aceh melalui nota kesepahaman (MoU) dengan Mubadala Energy.
“Untuk di Aceh sudah ada MoU dengan Mubadala. Sementara untuk di Kalimantan Timur, pasokan gasnya masih dalam proses pengamanan,” tambahnya.
Meskipun nilai investasi total masih dalam tahap kalkulasi akhir, Pupuk Indonesia telah menetapkan target volume produksi. Proses konstruksi kedua pabrik ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 40 bulan hingga siap beroperasi penuh.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













