Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2/2026).(Foto: inilah.com/Reyhaanah Asya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan menyatakan pihaknya memberikan ruang kepada Polri untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Hal itu ia sampaikan usai pihaknya menggelar pembahasan internal terkait penanganan kasus tersebut.
“Kesepakatan kita tadi, kita beri kesempatan Polri menjalankan tugasnya,” ujar Hinca kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (16/3/2026)
Ia menegaskan, Komisi III DPR RI tetap memantau perkembangan kasus tersebut dan siap menggelar rapat kapan saja apabila dibutuhkan.
Menurut dia, seluruh anggota Komisi III DPR menunjukkan keseriusan dalam mengawal kasus ini, bahkan dengan menunda agenda kembali ke daerah pemilihan (dapil).
“Kesimpulan kita hari ini memberikan ruang yang cukup kepada Polri dan kami tadi standby semua. Kalau misalnya dalam satu dua hari ini ada rapat yang diperlukan kembali dari dapil semua,” katanya.
Hinca menambahkan, opsi pembentukan tim pencari fakta masih belum diputuskan dan akan menunggu perkembangan penanganan kasus oleh kepolisian.
“Oke, soal tim pencari fakta untuk sementara kita tunggu dulu situasi yang terjadi,” sebut Hinca
Ia memastikan, Komisi III DPR RI akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk KontraS, untuk mendalami kasus tersebut.
Sebagai informasi, aksi penyiraman air keras dialami oleh Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuhnya terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.
Peristiwa itu terjadi setelah Andrie menyelesaikan perekaman siniar (podcast) bertajuk ‘Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia’ di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) sekitar pukul 23.00 WIB.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sekitar pukul 23.37 WIB Andrie sedang mengendarai sepeda motor miliknya di Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat. Saat melintas di kawasan tersebut, dua orang pelaku mendekati korban dengan melawan arah dari Jalan Talang atau Jembatan Talang.
motor dengan peran sebagai pengendara dan penumpang. Pengendara mengenakan kaos kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara penumpang menggunakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat pendek dan diduga berbahan jeans.
Dalam serangan tersebut, salah satu pelaku menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuhnya. Korban langsung berteriak kesakitan dan menjatuhkan sepeda motornya.
Andrie kemudian segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









