Perhelatan Hyrox Indonesia 2026. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Hyroxina)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Beberapa waktu lalu jagat media sosial sempat dihebohkan dengan sejumlah potret kurang sedap dari perhelatan HYROX Indonesia 2026. Salah satu yang menjadi sorotan adalah peserta yang mengalami diare atau keinginan buang air besar (BAB) secara mendadak saat berlomba.
Keinginan buang air besar secara tiba-tiba saat mengikuti olahraga berintensitas tinggi bukanlah fenomena baru.
Dalam ilmu kedokteran olahraga, kondisi tersebut masuk dalam kategori exercise-induced gastrointestinal symptoms, yakni berbagai keluhan pada saluran pencernaan yang dapat muncul selama atau setelah aktivitas fisik berat.
Menanggapi fenomena itu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Respati, mengatakan insiden seperti tersebut sebenarnya bisa diminimalkan melalui persiapan yang tepat sebelum bertanding.
“Atur pola napas sih, jangan terlalu ngeden,” ujar Andhika kepada Inilah.com, Minggu (5/6/2026)
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga pola makan sebelum berlaga. Menurutnya, kondisi pencernaan yang sedang tidak prima juga bisa menjadi pemicu munculnya keinginan BAB saat bertanding.
“Terus jaga makan, itu kayaknya lagi diare juga deh,” katanya.
Di sisi lain, penyelenggaraan HYROX Indonesia juga sempat menuai sorotan terkait aspek kebersihan peralatan yang digunakan secara bergantian oleh para peserta.
Di media sosial beredar video yang memperlihatkan salah satu bangku diduga terpapar kotoran, sementara beberapa peserta juga mengeluhkan aroma kurang sedap pada sandbag yang dipakai bersama.
Menanggapi hal tersebut, Andhika menilai tidak ada olahraga yang sepenuhnya bebas dari risiko penularan penyakit. Menurutnya, yang paling penting adalah bagaimana penyelenggara maupun peserta menerapkan langkah-langkah untuk meminimalkan risiko tersebut.
“Enggak ada olahraga yang sepenuhnya aman. Sama kayak MMA (Mixed Martial Arts atau seni bela diri campuran) aja kan ada risiko penularan penyakit kulit. Jadi risiko ada, tinggal mitigasi peminimalan risikonya aja mau bagaimana,” ujarnya.
Ia menilai, penggunaan peralatan secara bersama-sama memang memiliki potensi risiko apabila aspek kebersihan tidak dijaga dengan baik.
Karena itu, prosedur sanitasi peralatan dan kesadaran peserta untuk menjaga kebersihan diri menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ajang olahraga dengan intensitas tinggi seperti HYROX.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













