Antonio Conte, pelatih kepala SSC Napoli, berdebat dengan wasit Giovanni Ayroldi saat pertandingan Coppa Italia antara SSC Napoli dan Como 1907 di Stadio Diego Armando Maradona pada 10 Februari 2026 di Naples, Italia. (Foto oleh Francesco Pecoraro/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kekalahan Napoli di ajang Coppa Italia menyuguhkan aksi kontroversial sang pelatih, Antonio Conte. Pria yang dikenal dengan temperamen meledak-ledak ini kini berada di bawah bayang-bayang investigasi Jaksa Federal Italia (FIGC) setelah tertangkap kamera melontarkan hinaan verbal kepada wasit.
Insiden ini terjadi dalam laga sengit antara Napoli melawan Como 1907 di Stadion Diego Armando Maradona, Selasa malam (10/2/2026). Meski luput dari pendengaran wasit di lapangan, teknologi kamera menangkap segalanya.
Menurut laporan eksklusif dari Gazzetta dello Sport, insiden bermula saat Conte memprotes keras keputusan wasit Gianluca Manganiello. Conte mendesak wasit untuk memeriksa monitor VAR (On-Field Review) terkait potensi kartu merah bagi bek Como, Jacobo Ramon.
Dalam panasnya momen tersebut, Conte tertangkap kamera berteriak, “Testa di c*o” (istilah kasar dalam bahasa Italia yang berarti “Kepala peler/bodoh”) ke arah wasit.
Ironisnya, baik wasit utama maupun ofisial keempat tidak mendengar umpatan tersebut secara langsung karena kebisingan di stadion. Namun, klip video yang dirilis oleh Sport Mediaset—pemegang hak siar Coppa Italia—memperlihatkan gerak bibir dan audio yang jelas, membuat insiden ini menjadi viral dan tak terbantahkan.
Jaksa FIGC Giuseppe Chiné Turun Tangan
Bukti video dari Sport Mediaset tersebut kini menjadi dasar hukum bagi Jaksa FIGC, Giuseppe Chiné, untuk membuka berkas perkara.
Laporan menyebutkan bahwa Chiné sedang mengumpulkan seluruh rekaman video dan audio dari kejadian tersebut. Investigasi disipliner hampir pasti akan segera diluncurkan untuk menilai tingkat pelanggaran etika yang dilakukan oleh mantan pelatih Juventus dan Inter Milan tersebut.
Ancaman Sanksi: Skorsing atau Denda?
Jika terbukti bersalah melakukan penghinaan terhadap ofisial pertandingan, Antonio Conte menghadapi risiko nyata:
Skorsing Satu Pertandingan: Conte dilarang mendampingi Napoli di pinggir lapangan pada laga berikutnya.
Opsi Plea Deal: Conte mungkin bisa menghindari skorsing fisik jika ia menyetujui kesepakatan pengakuan bersalah (plea deal), yang konsekuensinya diganti dengan pembayaran denda dalam jumlah besar.
Situasi ini menambah daftar panjang friksi antara Conte dan korps pengadil lapangan di Italia. Fans Napoli kini harap-harap cemas menanti keputusan FIGC, mengingat peran vital Conte di pinggir lapangan bagi mentalitas I Partenopei.














