Diabetes Bisa Sembuh Tanpa Obat, Pakar Beberkan Caranya

Diana Medium.jpeg

Sabtu, 18 April 2026 – 16:18 WIB

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Em Yunir saat menyampaikan penjelasan masalah penyakit diabetes melitus di Jakarta, Jumat (17/4/2026). (Foto: Inilah.com/ Diana Rizky)

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Em Yunir saat menyampaikan penjelasan masalah penyakit diabetes melitus di Jakarta, Jumat (17/4/2026). (Foto: Inilah.com/ Diana Rizky)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Em Yunir membeberkan bahwa penderita penyakit diabetes melitus bisa sembuh tanpa mengonsumi obat.

Awalnya, ia menjelaskan kelebihan lemak terutama di bagian perut dapat menyebabkan inflamasi,yaitu respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, cedera, atau zat asing yang bertujuan melindungi dan menyembuhkan.

“Jadi kenapa akhirnya menjadi diabetes? Inflamasi yang naik akan menyebabkan resistensi insulin. Ini biang keroknya. Jadi resistensi itu menyebabkan insulin tidak berfungsi maksimal sehingga kemampuan dia untuk mengolah gula, makanan yang masuk, itu menjadi menurun,” tutur Yunir dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).

Cara Mengatasi

Lalu bagaimana mengatasinya? Ia menyebut untuk memperbaiki inflamasi, maka harus dilakukan upaya untuk mengurangi berat badan terutama lemak, agar resistensi insulin dapat menurun.

“Jadi programnya kalau di Taiwan sudah berhasil, dia masuk ke camp, dikasih arahan makannya berapa kalori, olahraganya ini dan sebagainya, dalam waktu tiga bulan semuanya menjadi normal lagi,” jelasnya.

“Jadi obat-obat yang sudah diberikan di-close, tidak usah pakai obat dan di-monitoring terus, dengan catatan aktivitas fisik atau olahraganya tetap berjalan, makan maksimal kalori yang dihitung itu tetap sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini mengatakan, dengan cara tersebut maka gula darah mereka tidak akan mengalami kenaikan selama dua tahun.

“Yang menjadi catatan, kalau yang bersangkutan merubah lagi perilakunya, ya siap-siap gulanya akan naik lagi,” tegasnya.

Yuni menyebut diabetes bukan sekadar penyakit yang harus diobati, melainkan kondisi yang harus dikelola dalam jangka panjang. Perubahan gaya hidup menjadi fondasi utama dalam pengendalian penyakit ini, termasuk menjaga pola makan, mengontrol berat badan, dan rutin berolahraga.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang