Datang Pakai Batik, Turis Australia Terkesima Lihat Tradisi Imlek di Jakarta

Clara Medium.jpeg

Selasa, 17 Februari 2026 – 17:24 WIB

Seorang turis asal Australia bernama Daniel (22) mengaku terkesima melihat kemeriahan perayaan imlek di Wihara Dharma Bakti, Jakarta Barat, Selasa (17/02/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Clara Anna)

Seorang turis asal Australia bernama Daniel (22) mengaku terkesima melihat kemeriahan perayaan imlek di Wihara Dharma Bakti, Jakarta Barat, Selasa (17/02/2026). (Dokumentasi: Inilah.com/ Clara Anna)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Suasana perayaan Tahun Baru Imlek di Jakarta menyita perhatian seorang turis asal Australia. Pria bernama Daniel (22) itu mengaku terkesima melihat kemeriahan perayaan imlek di Wihara Dharma Bakti, Jakarta Barat.

Daniel mengaku, sudah sebulan dirinya berada di Indonesia dengan berkeliling ke berbagai wilayah seperti Riau, Manado dan Jogja. Namun, hari ini merupakan hari pertamanya berada di Jakarta.

“Ini pertama kalinya saya merasakan budaya Tionghoa Indonesia. Jadi saya pikir, hari ini saya akan datang ke sini dan benar-benar ingin ikut serta dalam perayaannya dan saya sangat suka atmosfer dan suasananya. Dan ya, Gong Xi Fa Cai dan Selamat Tahun Baru Imlek untuk semuanya,” ujar Daniel ditemui di Wihara Dharma Bakti, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).

Menariknya, Daniel tampil berbeda. Saat mayoritas mengenakan pakaian bernuansa merah, Daniel justru memakai batik cokelat. Dia mengaku mengetahui lokasi wihara melalui Google Maps.

“Melihat di Google Maps bahwa ada kuil Tionghoa di dekat sini dan, karena hari ini adalah hari pertama Imlek, saya pikir sekalian saja datang ke sini. Sayangnya, saya tidak punya baju merah. Batik ini adalah pakaian terbaik yang saya punya, tapi saya pikir ikut bergabung saja,” katanya.

Dia mengaku baru pertama kali melihat langsung perayaan Imlek di Indonesia. Menurutnya, suasana Imlek di Jakarta terasa sangat meriah. Dia juga terkesima dengan aktivitas warga Jakarta yang sibuk, namun masih menyempatkan waktu untuk beribadah.

“Saya pikir ini perayaan yang sangat meriah dan penuh semangat. Banyak warna merah di mana-mana, banyak keberuntungan dan kemakmuran. Ini cukup bagus. Senang melihat ada komunitas di sini dan, berinteraksi dengan mereka dan meskipun Jakarta adalah kota yang sangat sibuk, orang-orang bisa meluangkan waktu dari hari mereka yang sibuk untuk datang ke sini dan berdoa,” ucapnya.

Tak mau melewatkan momen di Jakarta, Daniel mengatakan akan mengunjungi Kota Tua untuk melihat sejarah dan budaya ditempat tersebut.

“Setelah berkunjung ke sini, saya akan pergi ke Museum Sejarah Jakarta di Kota Tua hnya untuk melihat dan belajar lebih banyak tentang sejarah Indonesia,” tuturnya.