Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).(Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) anyar, namanya PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) disingkat Perminas.
Nantinya, Perminas akan mengambil alih pengelolaan tambang emas di Martabe, Sumatera Utara (Sumut) yang dulunya milik PT Agincourt Resources. Atas ancang-ancang Danantara ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendukung penuh.
“Ya kan itu kita melihat dari kepentingan dan kebutuhan bahwa kita membutuhkan satu BUMN yang khusus untuk nanti menangani sumber daya mineral kita,” ujar Airlangga, di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, keberadaan BUMN baru akan berdampak baik bagi Danantara selain berfungsi sebagai pendorong perekonomian nasional.
Saat ini, kata Purbaya, Danantara memiliki dana yang cukup untuk membentuk PT Perminas (Persero). Operasional perusahaan pelat merah itu, bisa melalui Danantara Investment Management (DIM) yang memiliki dana hingga Rp160 triliun.
Dia pun menganggap, investasi Danantara dengan membentuk BUMN baru itu, merupakan langkah yang sangat tepat.
“Oh, iyalah (lebih baik ke BUMN baru). Kalau ke bond (surat utang) kan, saya yang harus bayar bunga. Kalau dia (Danantara) bikin BUMN akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari Danantara. Jadi, ada creation yang baru,” tuturnya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, tambang emas di Martabe itu, dialihkan ke BUMN baru yakni PT Perminas. “Ke Perminas. Jadi ada Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) yang baru kami bentuk,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (29/1).
Dony mengatakan, Perminas berbeda dengan MIND ID. Di mana, pemerintah mengalihkan pengelolaan Agincourt ke Perminas, agar bisnisnya langsung berada di bawah Danantara. “Pemerintah kan bisnisnya dikelola Danantara semua, kan? Termasuk (Perminas) diserahkan ke Danantara,” kata Dony.
Meski begitu, lanjut Dony, komunikasi ihwal peralihan pengelolaan tambang Agincourt, tidak dikomunikasikan Danantara. Karena, langkah tersebut bukan merupakan bagian dari tugas Danantara. “Itu bukan dengan kami, ya. Itu nanti mungkin akan dikomunikasikan,” kata Dony.














