Cegah Konflik Gajah-Manusia, Prabowo Bangun Pagar Raksasa di Way Kambas

Vonita Medium.jpeg

Kamis, 12 Maret 2026 – 17:15 WIB

Presiden RI Prabowo Subianto setelah menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Presiden RI Prabowo Subianto setelah menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto berencana membangun pagar raksasa di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Pagar ini berfungsi memitigasi konflik masyarakat setempat dengan gajah.

Hal ini disampaikan Raja Juli setelah menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Raja Juli menyampaikan anggaran proyek ini berasal dari bantuan khusus dana operasional presiden untuk membangun sistem perlindungan berupa pagar dan kanal pembatas antara kawasan taman nasional dengan permukiman warga.

Ia menyebut konflik antara manusia dan Gajah Sumatera di wilayah tersebut telah berlangsung sangat lama dan kerap memicu korban jiwa.

“Telah terjadi konflik antara gajah dan manusia tahunan, menahun. Sudah puluhan tahun terjadi di Way Kambas, Lampung,” kata Raja Juli kepada wartawan.

Raja Juli mencontohkan insiden tragis yang terjadi beberapa bulan lalu ketika seekor gajah memasuki area permukiman dan lahan pertanian warga hingga menyebabkan seorang kepala desa meninggal dunia.

Mengetahui insiden ini, Prabowo memutuskan mengambil menyiapkan pendanaan khusus untuk membangun sistem pengamanan yang dapat memisahkan habitat gajah dari aktivitas manusia.

“Namun kemudian melihat fenomena ini, sekali lagi dengan kepedulian Pak Presiden Prabowo Subianto terhadap konservasi satwa Indonesia, beliau memutuskan menyiapkan dana bantuan presiden untuk membuat pagar atau kanal, ya, yang akan membentengi antara Taman Nasional Way Kambas dengan perkampungan atau desa yang ada di sepanjang Taman Nasional Way Kambas di Lampung tersebut,” ujarnya.

Raja Juli menyampaikan proyek ini masih berada pada tahap kajian dan uji coba teknis. Pemerintah mempelajari berbagai praktik terbaik dari negara lain yang telah lebih dahulu mengelola konflik manusia dan satwa liar.

“Sekarang sudah pada tahap uji coba, ya, dan studi yang komprehensif, belajar dari pengalaman Afrika, India, dalam mengelola taman nasional mereka,” ucapnya.

Selain itu, rencana pembangunan sistem perlindungan tersebut mencakup berbagai bentuk infrastruktur fisik, mulai dari tanggul hingga pagar baja berkekuatan tinggi. Pagar tersebut dirancang untuk menahan pergerakan gajah dari kawasan taman nasional menuju permukiman warga.

“Jadi kemungkinan nanti akan ada tanggul di beberapa tempat, tapi juga akan ada pagar, ya, dari baja yang sangat kuat. Sekarang sedang diuji kekuatannya, ya,” jelasnya.

Tak hanya pembangunan pagar, Raja Juli mengungkap proyek ini juga berfokus memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi. Ia berharap langkah ini bukan hanya menekan konflik manusia dan satwa dapat ditekan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Di mana nanti sekali lagi alam terjaga, satwa terjaga, namun juga apa, baik sekali bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri,” tuturnya. 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang