Bolak-balik Bidara Cina Jakarta Timur Terendam Banjir, Pengungsi Mulai Tumbang

Reza Medium.jpeg

Sabtu, 31 Januari 2026 – 01:00 WIB

Banjir di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). (Foto: Antara/Siti Nurhaliza).

Banjir di Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). (Foto: Antara/Siti Nurhaliza).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pengungsi banjir di Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur mulai terserang penyakit. Batuk, pilek, hingga gatal-gatal jadi keluhan paling banyak muncul sejak air merendam permukiman warga.

“Sampai saat ini tercatat 18 orang yang tidak sehat, rata-rata mengeluhkan batuk, pilek, dan gatal-gatal,” ujar Lurah Bidara Cina Suhartono di Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).

Suhartono menyebut kondisi kesehatan para pengungsi kini menjadi perhatian serius. Banjir paling parah melanda RW 11 dan RW 7. Sementara RW 5 dan RW 6 ikut terdampak, meski genangannya lebih ringan.

“Wilayah yang terdampak cukup signifikan ada di RW 11 dan RW 7, sedangkan RW 5 dan RW 6 terdampak namun tidak terlalu parah,” jelasnya.

Akibat banjir, sebanyak 83 kepala keluarga dengan total 284 jiwa terpaksa meninggalkan rumah. Warga mengungsi di sejumlah titik, mulai dari kantor Kelurahan Bidara Cina, SDN 05 Bidara Cina, Gedung SKKT, Masjid Jami Al Abror RW 11, hingga GOR Otista.

Seiring bertambahnya jumlah pengungsi, keluhan kesehatan pun bermunculan.

“Dari Puskesmas Bidara Cina ada tiga petugas yang sejak pagi memberikan layanan kesehatan,” kata Suhartono.

Ia menjelaskan, gangguan kesehatan dipicu paparan air banjir, cuaca lembap, serta keterbatasan sanitasi di hari-hari awal pengungsian. Petugas puskesmas kini rutin melakukan pemeriksaan, membagikan obat, sekaligus memberi edukasi kebersihan kepada warga.

Bantuan logistik juga mulai mengalir dari Pemkot Jakarta Timur dan Suku Dinas Kesehatan, termasuk kebutuhan pangan.

“Makanan sudah disiapkan dan akan dibagikan siang hari serta malam nanti,” ujarnya.

Petugas gabungan masih berjaga di seluruh lokasi pengungsian, dengan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Sebelumnya, BPBD Jakarta Timur mencatat luapan Kali Ciliwung merendam permukiman di Kelurahan Bidara Cina sejak Kamis (29/1) hingga Jumat (30/1) pagi. Banjir berdampak pada dua RW dengan ratusan warga terdampak.

Genangan terjadi di Jalan Baiduri Bulan RW 03 RT 12 serta RW 11 RT 06 dan RT 12. Total 55 kepala keluarga atau sekitar 185 jiwa terdampak.

“Di RW 03 RT 12 terdapat 25 KK dengan 75 jiwa terdampak. Sementara di RW 11 RT 06 dan RT 12 ada 30 KK dengan total 110 jiwa,” kata Kepala Satgas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim, dikonfirmasi terpisah.

Ali menjelaskan, banjir dipicu debit air kiriman yang membuat Kali Ciliwung meluap. Ketinggian air mulai naik sejak Rabu (28/1/2026) sore dan mencapai puncak pada Jumat dini hari.

Air sempat menyentuh 100 cm pada Kamis (29/1/2026) pukul 00.00 WIB, lalu naik menjadi 110 cm hingga siang. Meski sempat surut ke kisaran 60 cm sore hari, ketinggian kembali fluktuatif.

Situasi memburuk Jumat (30/1/2026) dini hari. BPBD mencatat air melonjak dari 60 cm pada pukul 01.00 WIB menjadi 130 cm pukul 03.00 WIB, lalu mencapai 170 cm pada pukul 05.00–06.00 WIB.