Bandwidth Lebih Besar dan Harga Kompetitif, Biznet Perkuat Posisi di Industri Internet

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 3 Maret 2026 – 20:24 WIB

Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet, memaparkan peningkatan bandwidth hingga 30 persen pada 2025 dalam sesi pemaparan kepada media di Jakarta, Selasa(3/3) (Foto: inilah.com/inu)

Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing Biznet, memaparkan peningkatan bandwidth hingga 30 persen pada 2025 dalam sesi pemaparan kepada media di Jakarta, Selasa(3/3) (Foto: inilah.com/inu)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Penyedia layanan internet tetap (fixed broadband) Biznet meningkatkan kapasitas bandwidth hingga 30 persen pada 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. 

Langkah tersebut berdampak pada kenaikan tingkat kepuasan pelanggan serta peningkatan posisi merek di tingkat nasional.

Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, mengatakan peningkatan bandwidth dilakukan tanpa mengurangi fokus pada kualitas jaringan dan pelayanan di lapangan.

“Tahun 2025 kami menambahkan bandwidth hingga 30 persen lebih besar. Ini menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan kepuasan pelanggan dibandingkan 2024,” ujar Adrianto dalam pemaparan kepada media di Jakarta, Selasa (3/3).

Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos pada 2025, jumlah pelanggan yang bertahan menggunakan layanan Biznet lebih dari tiga bulan dan lebih dari 12 bulan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan tingkat retensi yang lebih kuat.

“Artinya pelanggan lebih banyak yang tetap menggunakan layanan kami dibandingkan yang berpindah. Itu menunjukkan satisfaction meningkat,” katanya.

Kepuasan pelanggan, lanjut Adrianto, tercatat naik sekitar 3 persen dibandingkan 2024. Faktor yang memengaruhi antara lain kualitas teknisi, kinerja tim penjualan, serta persepsi harga yang dinilai sesuai dengan manfaat layanan.

Menurut dia, hasil survei juga menunjukkan pergeseran perilaku konsumen. Jika sebelumnya harga menjadi pertimbangan utama, kini kualitas layanan menjadi faktor yang lebih dominan.

“Dari hasil survei 2025, harga bukan lagi pilihan nomor satu. Konsumen ingin memastikan kualitasnya dulu. Kalau kualitasnya baik dan direkomendasikan, harga menjadi pertimbangan berikutnya,” ujarnya.

Dari sisi merek, Biznet mencatat peningkatan top of mind secara nasional. Persentase top of mind naik dari 9 persen pada 2024 menjadi 14 persen pada 2025, menempatkan Biznet di posisi kedua di antara sejumlah penyedia layanan yang disurvei.

“Top of mind kami naik signifikan dan kini berada di posisi nomor dua. Ini menunjukkan brand kami semakin kuat di benak konsumen,” kata Adrianto.

Meski total awareness tercatat sedikit menurun, Adrianto menilai hal itu tidak berdampak negatif terhadap persepsi merek. Menurut dia, konsumen yang sudah memiliki preferensi cenderung langsung menyebut merek tertentu tanpa melalui tahap pertimbangan panjang.

Memasuki 2026, Biznet akan memperkuat strategi berbasis rekomendasi pelanggan. Adrianto menyebut bisnis internet sangat dipengaruhi oleh pengalaman langsung pengguna dan ulasan dari orang terdekat.

“Rekomendasi adalah kunci. Bisnis ini sangat bergantung pada pengalaman nyata pelanggan. Itu yang akan terus kami jaga dan tingkatkan,” ujarnya.

Biznet menyatakan akan terus berinvestasi pada kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan guna mempertahankan retensi serta memperkuat posisi merek di industri layanan internet nasional.