Aceh Utara Terkepung Banjir, Ribuan Warga Mengungsi di Tengah Krisis Logistik

Nebby Medium.jpeg

Sabtu, 29 November 2025 – 01:36 WIB

Sejumlah kendaraan terjebak lumpur pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Ruas jalan nasional di daerah itu tertimbun lumpur dan satu jembatan putus akibat diterjang banjir bandang sehingga arus trasportasi dari dan ke Banda Aceh-Medan dialihkan ke jalur alternatif. (Foto: Antara Foto/Ampelsa/foc).

Sejumlah kendaraan terjebak lumpur pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Ruas jalan nasional di daerah itu tertimbun lumpur dan satu jembatan putus akibat diterjang banjir bandang sehingga arus trasportasi dari dan ke Banda Aceh-Medan dialihkan ke jalur alternatif. (Foto: Antara Foto/Ampelsa/foc).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di Aceh Utara, membuat sejumlah desa di kabupaten itu terisolasi dan ribuan warganya harus mengungsi. Kondisi ini membuat jaringan komunikasi lumpuh, transportasi darat tak bisa dilalui, serta listrik dan distribusi air terganggu.

Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyebutkan, desa-desa yang terdampak antara lain Langkahan, Kuta Makmur, Samudera, Murah Mulia, Sawang, Muara Batu, Nisam, dan Lapang.

“Saat ini pemerintah kabupaten bersama dengan instansi terkait sedang mendistribusikan bantuan masa panik ke kecamatan-kecamatan terdampak banjir yang nantinya akan didistribusikan ke gampong-gampong yang menjadi pusat pengungsian,” kata Muntasir saat dihubungi dari Banda Aceh, Jumat (28/11/2025).

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, telah mengajukan penambahan bantuan ke Presiden Prabowo Subianto melalui BNPB karena persediaan logistik yang ada semakin menipis.

Muntasir menambahkan, distribusi logistik menghadapi kendala serius akibat transportasi darat lumpuh. Selain itu, jaringan komunikasi terputus, listrik padam, dan distribusi air terganggu karena kerusakan pipa PDAM.

“Memasuki hari ke-3 tanggap darurat bencana, masih banyak warga yang terjebak banjir belum bisa dievakuasi akibat keterbatasan personel dan peralatan SAR,” ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Aceh Utara hingga Kamis (28/11) pukul 12.30 WIB, terdapat 20.047 Kepala Keluarga (KK) atau 54.474 jiwa yang terdampak, dengan 17.119 KK atau 55.287 jiwa mengungsi di 36 titik di 22 kecamatan. Pengungsi prioritas meliputi 64 ibu hamil, 490 balita, 526 lansia, dan 12 penyandang disabilitas.

Banjir juga menimbulkan kerusakan signifikan: 22 rumah rusak berat, 67 rusak sedang, dan 50 rusak ringan. Sektor pertanian dan perikanan turut terdampak, dengan 680 hektare sawah dan 571 hektare tambak terendam, serta sembilan tanggul dan dua jembatan putus.

Selain kerusakan materi, bencana ini telah menelan korban jiwa sebanyak enam orang.

Topik
Komentar