MoU PWI-AFPI, Literasi Keuangan Jadi Senjata Hadapi Pinjol Ilegal

artwork-didit.png

Kamis, 6 Agustus 2026 – 16:51 WIB

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir dan Ketua Umum Ketua AFPI, Entjik S. Djafar dalam workshop jurnalistik bertajuk “Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik” di Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Foto: Inilah.com/ Wahyu Praditya P)

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir dan Ketua Umum Ketua AFPI, Entjik S. Djafar dalam workshop jurnalistik bertajuk “Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik” di Jakarta, Kamis (6/8/2026). (Foto: Inilah.com/ Wahyu Praditya P)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menjalin kerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat sebagai upaya menghadapi maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal.

Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, menegaskan rendahnya literasi keuangan masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku pinjol ilegal untuk menjerat masyarakat. Praktik penagihan yang intimidatif hingga mengarah pada teror disebutnya sebagai ancaman nyata yang harus segera diantisipasi.

“Banyak masyarakat kita yang masih minim informasi menjadi korban pinjaman online ilegal. Penagihannya intimidatif, bahkan mengarah pada teror. Ini yang harus kita cegah bersama,” kata Munir di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Peran Strategis

Menurutnya, jurnalis memegang peran strategis dalam menyampaikan edukasi keuangan yang benar dan mudah dipahami publik. Melalui kolaborasi ini, PWI bersama AFPI akan mendorong penyebarluasan informasi mengenai pinjaman daring legal yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Wartawan harus mendorong agar pinjaman daring ini dipahami secara utuh oleh masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi terjebak pinjol ilegal,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Ketua AFPI, Entjik S. Djafar, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan dengan insan pers merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Wartawan adalah garda terdepan bagi kami untuk menyampaikan informasi yang positif. Melalui pemberitaan yang tepat, masyarakat bisa lebih paham dan mampu membedakan pinjol ilegal dengan layanan yang resmi dan diawasi OJK,” terangnya.

Tekan Jumlah Korban Pinjol Ilegal

Ia menambahkan, literasi keuangan akan menjadi agenda berkelanjutan AFPI bersama PWI. Upaya ini diharapkan mampu menekan jumlah korban pinjol ilegal yang selama ini terus bermunculan.

“Kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Kami ingin edukasi ini benar-benar sampai ke masyarakat luas, hingga ke level paling bawah,” ujarnya.

Melalui MoU ini, PWI dan AFPI sepakat memperkuat sinergi dalam meningkatkan pemahaman publik terhadap layanan keuangan digital yang aman, sekaligus menjadikan literasi sebagai benteng utama menghadapi praktik pinjaman online ilegal di Indonesia.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang