Viral Campur Minyak Kayu Putih ke Bensin Bikin Irit? Pakar IPB Buka Suara: Jangan Asal Percaya!

Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh tren eksperimen hemat bahan bakar minyak (BBM). Klaim bahwa meneteskan minyak kayu putih ke dalam tangki bensin bisa membuat konsumsi BBM kendaraan jauh lebih irit kini meluas dan dipercayai banyak pengendara.

Namun, masyarakat diimbau untuk tidak menelan mentah-mentah informasi tersebut. Dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Leopold Oscar Nelwan, menegaskan bahwa klaim efisiensi bensin lewat minyak kayu putih komersial sama sekali belum memiliki bukti ilmiah yang valid.

“Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang memadai bahwa cara tersebut secara konsisten dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan produksi standar,” ujar Leopold dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi IPB, Sabtu (1/8/2026).

Beda Riset Fuel Blend dengan Asal Tetes di Tangki

Leopold meluruskan bahwa di dunia akademis memang ada sejumlah penelitian terkait penggunaan eucalyptus oil atau minyak eukaliptus sebagai bahan campuran (fuel blend). Dalam komposisi tertentu, senyawa tersebut dilaporkan mampu memperbaiki parameter performa mesin sekaligus menekan emisi gas buang.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa riset tersebut menggunakan minyak dengan spesifikasi khusus dan takaran yang dirancang sangat presisi secara ilmiah. Kondisi ini bertolak belakang dengan kebiasaan masyarakat yang sekadar meneteskan minyak kayu putih kemasan dalam jumlah kecil ke tangki kendaraan.

Secara kimiawi, minyak kayu putih mengandung senyawa organik volatil seperti 1,8-cineole atau eucalyptol. Ketika masuk ke tangki, senyawa ini memang berpotensi mengubah karakteristik bensin, seperti angka oktan hingga sifat pembakaran. Namun, besarnya efek sangat bergantung pada takaran dan komposisinya.

Leopold menekankan pentingnya membedakan antara fuel blend dengan aditif. Fuel blend dicampurkan dalam proporsi beberapa persen hingga puluhan persen untuk mengubah sifat bensin secara nyata.

“Sebaliknya, aditif ditambahkan dalam konsentrasi sangat kecil dan harus memiliki mekanisme kerja yang spesifik agar efektif. Hingga saat ini, belum ada penjelasan ilmiah yang membuktikan minyak kayu putih komersial bekerja melalui mekanisme tersebut,” jelasnya.

Niat Hemat Malah Terancam Kerusakan Mesin

Bukannya bikin irit, kebiasaan mencampur minyak kayu putih komersial ke tangki bensin justru menyimpan potensi bahaya bagi komponen kendaraan. Leopold menyebut, produk minyak kayu putih di pasaran dirancang untuk penggunaan luar tubuh manusia, bukan sebagai bahan bakar mesin.

Komposisi yang beragam antarprodusen dapat berdampak negatif pada kestabilan campuran BBM. Risiko jangka panjangnya mencakup munculnya kerak atau deposit, gangguan pada injektor, hingga potensi kerusakan sistem saluran bahan bakar.

Daripada mempertaruhkan kesehatan mesin dengan eksperimen yang belum teruji, Leopold menyarankan pemilik kendaraan untuk menerapkan langkah hemat BBM yang sudah terbukti secara ilmiah:

  • Menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan.
  • Melakukan perawatan dan servis berkala secara rutin.
  • Menggunakan oli dan BBM dengan spesifikasi yang sesuai.
  • Mengurangi beban muatan barang yang tidak perlu di dalam kendaraan.
  • Mengoperasikan kendaraan secara halus (eco-driving) tanpa sentakan gas dan pengereman mendadak.